Indo News Room – 15 Mei 2026 | Radikalisme di kalangan anak muda adalah fenomena yang tidak dapat diabaikan. Belakangan ini, beberapa kasus terpapar radikalisme melalui game online dan media sosial telah dilaporkan di berbagai tempat, termasuk di Makassar. Lima siswa SMP di Makassar terpapar paham radikal melalui game daring dan media sosial. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kasus ini:
Fakta tentang Radikalisme di Makassar
Radikalisme di Makassar telah menjadi perhatian publik karena beberapa kasus terpapar radikalisme melalui game online dan media sosial. Lima siswa SMP di Makassar terpapar paham radikal melalui game daring dan media sosial. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kasus ini:
Data Kasus
| No | Nama Siswa | Keluhan |
|---|---|---|
| 1 | Susi | Tidak suka dengan sistem pendidikan di sekolah |
| 2 | Rifqi | Suka pergi ke mesjid dan berbicara tentang agama |
| 3 | Ali | Tidak setuju dengan sistem pemerintahan di Indonesia |
| 4 | Siti | Suka membaca buku tentang agama dan perjuangan |
| 5 | Ridwan | Tidak suka dengan sistem pendidikan di sekolah |
Penanganan Kasus
DP3A dan Densus 88 melakukan pendampingan psikologis intensif kepada lima siswa SMP di Makassar yang terpapar radikalisme melalui game daring dan media sosial. Berikut adalah beberapa langkah yang telah dilakukan:
- Pendampingan psikologis intensif
- Pelatihan tentang agama dan keberagaman
- Pelatihan tentang sistem pemerintahan di Indonesia
Kesimpulan
Radikalisme di kalangan anak muda adalah fenomena yang tidak dapat diabaikan. Lima siswa SMP di Makassar terpapar paham radikal melalui game daring dan media sosial. DP3A dan Densus 88 telah melakukan pendampingan psikologis intensif kepada lima siswa SMP di Makassar yang terpapar radikalisme melalui game daring dan media sosial.



