Indo News Room – 14 Mei 2026 | Menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan ekonomi kreatif Indonesia. Salah satu inisiatifnya adalah melantik 64 penilai kekayaan intelektual (KI) yang akan membantu mengoptimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Strategi Menteri Ekraf untuk Mengoptimalkan Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf berusaha membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan. Melalui penilaian KI, pemerintah berharap dapat meningkatkan potensi ekonomi kreatif Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Peluang dalam Mengoptimalkan Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Namun, dengan penilaian KI, pemerintah berharap dapat meningkatkan kemampuan ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Manfaat Penilaian KI dalam Mengoptimalkan Ekonomi Kreatif
- Meningkatkan potensi ekonomi kreatif Indonesia
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan kemampuan ekonomi kreatif
Tabel Komparasi Penilaian KI
| Tahun | Jumlah Penilai KI | Nilai KI yang Diterima |
|---|---|---|
| 2022 | 64 | Rs 100.000.000 |
| 2023 | 80 | Rs 150.000.000 |
Menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan ekonomi kreatif Indonesia. Langkah ini tidak lain adalah melantik 64 penilai KI yang akan membantu mengoptimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi kreatif Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mengoptimalkan ekonomi kreatif Indonesia tidaklah mudah, tetapi dengan penilaian KI, pemerintah berharap dapat meningkatkan kemampuan ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



