Indo News Room – 14 Juli 2026 | Ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sleman telah mengembangkan sistem peternakan ayam cage-free yang menghasilkan telur omega-3. Sistem peternakan ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi ayam, sehingga dapat mengais tanah dan mandi debu secara bebas.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Garrya Bianti Yogyakarta dan Pusat Pengembangan Ternak (PPT) Fakultas Peternakan UGM. Peternakan ayam cage-free yang dipelihara oleh KWT Tangguh di Dusun Kadipiro, Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, telah berhasil menghasilkan telur dengan kualitas nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam baterai konvensional.
Kelebihan Sistem Peternakan Cage-Free
Sistem peternakan cage-free memberikan beberapa kelebihan, antara lain:
- Menghasilkan telur dengan kualitas nutrisi yang lebih tinggi
- Menghemat biaya pengelolaan dan pakan
- Mengurangi risiko penyakit pada ayam
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Program ini juga dirancang sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peternakan ayam cage-free ini juga dibangun dengan skema bisnis yang telah memiliki kepastian pasar. Sebagian hasil panen telur diserap langsung oleh dapur Garrya Bianti Yogyakarta sebagai bahan baku, sehingga kelompok peternak dapat lebih fokus mengembangkan usaha.
Kesimpulan
Program peternakan ayam cage-free yang dipelihara oleh KWT Tangguh di Sleman telah berhasil menghasilkan telur dengan kualitas nutrisi yang lebih tinggi. Sistem peternakan ini juga memberikan kelebihan dalam hal biaya pengelolaan dan pakan, serta mengurangi risiko penyakit pada ayam.



