Indo News Room – 14 Juli 2026 | Masyarakat Tangerang kini memiliki alat deteksi sisa api yang lebih akurat dan efisien, yaitu drone thermal. Pemkab Tangerang telah mengadopsi teknologi ini untuk mendeteksi titik panas di TPA Jatiwaringin.
Bagaimana Teknologi Drone Thermal Bekerja?
Drone thermal adalah sebuah pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera termal. Kamera ini dapat mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan bumi, sehingga dapat menemukan titik panas yang mungkin merupakan sisa api.
Proses deteksi menggunakan drone thermal cukup sederhana. Pertama, drone akan dioperasikan di atas area yang dicari. Kemudian, kamera termal akan mengambil gambar suhu permukaan bumi. Data ini kemudian akan diproses untuk menemukan titik panas yang mungkin merupakan sisa api.
Salah satu kelebihan drone thermal adalah kemampuan untuk mendeteksi sisa api di area yang sulit dijangkau oleh manusia. Hal ini membuat teknologi ini sangat berguna dalam pemantauan lingkungan dan pengelolaan limbah.
Kelebihan dan Kekurangan Drone Thermal
Kelebihan drone thermal antara lain:
- Mampu mendeteksi sisa api di area yang sulit dijangkau.
- Memiliki kemampuan deteksi yang lebih akurat daripada metode deteksi manual.
- Memiliki kecepatan deteksi yang lebih cepat daripada metode deteksi manual.
Kekurangan drone thermal antara lain:
- Memiliki biaya operasional yang lebih tinggi daripada metode deteksi manual.
- Memiliki kebutuhan akan sumber daya yang lebih besar daripada metode deteksi manual.
FAQ
Bagaimana cara kerja drone thermal?
Drone thermal bekerja dengan menggunakan kamera termal untuk mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan bumi.
Apakah drone thermal memiliki kelebihan?
Ya, drone thermal memiliki kelebihan seperti kemampuan mendeteksi sisa api di area yang sulit dijangkau, kemampuan deteksi yang lebih akurat, dan kecepatan deteksi yang lebih cepat.
Apakah drone thermal memiliki kekurangan?
Ya, drone thermal memiliki kekurangan seperti biaya operasional yang lebih tinggi dan kebutuhan akan sumber daya yang lebih besar.



