HomeMakananTerungkap! Bakso Bening Kuah Gurih dengan Topping Tulang Rangu Kriuk di Bogor...

Terungkap! Bakso Bening Kuah Gurih dengan Topping Tulang Rangu Kriuk di Bogor Cuma Rp 15 Ribu – Sensasi Rasa yang Bikin Nagih

Date:

Indo News Room – 02 Mei 2026 | Jika Anda mencari sensasi kuliner yang ringan namun menggugah selera, Bakso Bening Kuah Gurih Topping Tulang Rangu Kriuk di Bogor Cuma Rp 15 Ribu hadir sebagai jawaban tepat. Gerobak Om Djun di Jalan Suryakencana menawarkan kombinasi kuah bening bersih, bakso lembut, dan tulang rangu renyah yang membuat lidah menunggu lagi.

Kenapa Bakso Bening Jadi Pilihan Populer di Bogor

Bakso bening memiliki keunggulan tekstur yang ringan dan rasa yang tidak mendominasi, sehingga cocok dipadukan dengan berbagai tambahan seperti mi atau kwetiau. Di Bogor, budaya makan di pinggir jalan menjadikan bakso bening pilihan cepat, murah, dan memuaskan.

Baca juga:

Detail Menu dan Harga

Pengunjung dapat memilih antara mi kuning, bihun, atau kwetiau sebagai pelengkap. Semua varian dibanderol Rp 15.000 per porsi.

Varian Kuah Harga (Rp)
Mi kuning 15.000
Bihun 15.000
Kwetiau 15.000

Topping Pilihan

  • Tulang rangu kriuk (Rp 12.000)
  • Urat sapi
  • Saos sambal
  • Kecap manis

Cara Menikmati dengan Sempurna

Campurkan sedikit kecap, cuka, dan sambal sesuai selera untuk menambah dimensi rasa. Tambahkan topping tulang rangu yang kriuk untuk tekstur kontras. Kuah bening tetap terasa clean namun kaya umami.

Baca juga:

FAQ

Apa yang membuat kuah bakso bening terasa gurih?

Kuah dibuat dari kaldu sapi yang direbus lama, diperkaya dengan bawang putih, merica, dan sedikit garam, menghasilkan rasa bersih namun mendalam.

Apakah bakso bening Om Djun halal?

Ya, gerobak menampilkan logo halal pada spanduk, menandakan semua bahan dan proses produksi telah bersertifikasi halal.

Baca juga:

Berapa biaya total jika menambah tulang rangu?

Seporsi bakso bening Rp 15.000 ditambah topping tulang rangu Rp 12.000, total menjadi Rp 27.000.

Bagaimana cara memesan secara online?

Anda dapat menghubungi nomor telepon yang tertera di gerobak atau memesan lewat layanan pesan‑antar lokal yang melayani area Jalan Suryakencana.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related