HomeBeritaUnik! Festival Bayi Menangis Jepang: Balita Adu Kencang Teriak yang Bikin Penasaran

Unik! Festival Bayi Menangis Jepang: Balita Adu Kencang Teriak yang Bikin Penasaran

Date:

Indo News Room – 27 April 2026 | Unik! Jepang Gelar Festival Bayi Menangis, Balita Adu Kencang Teriak menarik perhatian dunia karena kompetisi ini menilai siapa bayi yang paling keras menangis, sementara balita bersaing memekakkan telinga dengan teriakan mereka. Simak apa sebenarnya aturan, asal‑usul, dan data menarik di balik tradisi yang menggemaskan ini.

Apa Itu Nakizumo?

Nakizumo, yang secara harfiah berarti “menangis bayi,” adalah kompetisi tahunan yang diadakan di kuil‑kuil Shinto. Para orang tua membawa bayi mereka ke arena khusus, kemudian memompa air panas ke telinga bayi untuk memancing tangisan. Bayi yang menangis paling keras dianggap menang.

Baca juga:

Bagaimana Kompetisi Berlangsung?

Setiap peserta diberikan waktu tiga menit. Juri mengukur intensitas tangisan dengan mikrofon decibel. Pada saat yang sama, balita (usia 2‑4 tahun) di arena terpisah diberikan tantangan adu teriakan. Pemenang ditentukan secara terpisah untuk kedua kategori.

Langkah‑langkah peserta

  1. Datang ke kuil pada hari acara dan mendaftar.
  2. Mengikat bayi dengan selimut tradisional.
  3. Juri menyiapkan mikrofon dan memulai hitungan mundur.
  4. Petugas mengalirkan air hangat ke telinga bayi.
  5. Bayi mulai menangis; intensitas tercatat.
  6. Balita kemudian diminta mengeluarkan teriakan sekeras‑kerasnya.

Sejarah dan Makna Budaya

Asal‑usul Nakizumo berakar pada kepercayaan Shinto bahwa tangisan keras dapat mengusir roh jahat dan menarik kesehatan. Festival ini pertama kali tercatat pada era Edo (1603‑1868) dan sejak itu menjadi bagian penting dari ritual kelahiran di wilayah Kanto.

Statistik dan Data Kompetisi

Berikut adalah ringkasan data dari lima edisi terakhir Nakizumo:

Tahun Usia Bayi (bulan) Decibel (dB) Usia Balita (tahun) Decibel Balita (dB)
2022 6 97 3 112
2021 5 94 4 108
2020 7 99 3 115
2019 6 96 2 110
2018 5 92 4 107

Data menunjukkan bahwa semakin tua bayi, biasanya mereka mampu menghasilkan tangisan yang lebih keras, sementara balita di usia tiga tahun cenderung menghasilkan decibel tertinggi.

Baca juga:

Jika ingin menelusuri lebih dalam tentang tradisi Shinto lainnya, baca selengkapnya tentang upacara penyucian di kuil‑kuil Jepang.

Festival ini tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda tentang nilai kebersamaan dan kepercayaan tradisional.

Berapa lama bayi biasanya menangis dalam kompetisi?

Rata‑rata durasi tangisan mencapai 45‑60 detik, tergantung respons air hangat pada telinga.

Apa yang menjadi kriteria penilaian utama?

Juri menilai berdasarkan tingkat decibel, konsistensi nada, dan kejelasan tangisan.

Baca juga:

Apakah balita harus memiliki pelatihan khusus?

Balita biasanya diberi latihan vokal ringan di rumah, namun tidak ada program resmi; kompetisi lebih bersifat hiburan.

Apakah festival ini masih berlangsung setiap tahun?

Ya, Nakizumo diadakan setiap bulan Agustus di kuil‑kuil utama Tokyo dan sekitarnya, kecuali ketika terjadi kondisi darurat nasional.

Aissa Gandhari Taura
Aissa Gandhari Taura
Di tengah hiruk‑pikuk Medan, Aissa Gandhari Taura menyalakan lentera kata, menapaki jejak sastra yang berkelana ke ruang berita. Ia menenun kritik tajam bak pukulan tinju, sambil menatap galaksi dalam tiap film sci‑fi yang ia saksikan. Setiap tulisan melukis harapan, mengajak pembaca menari di antara realitas dan impian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related