Indo News Room – 19 Juli 2026 | Sindikat pencuri modul Base Transceiver Station (BTS) di Jakarta Timur telah mengejutkan masyarakat dengan menjual barang curian ke Bangkok. Dalam penyelidikan, Subdirektorat Reserse Mobil (Subdit Resmob) Bareskrim Polri bersama Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Ciracas mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman CCTV dan penelusuran di lapangan.
Para pelaku diduga menyamar sebagai teknisi resmi dengan membawa peralatan kerja dan menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam untuk mengambil modul BTS. Mereka memanfaatkan pengetahuan dan akses yang mereka miliki sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi jaringan.
Bagaimana Sindikat Pencuri Modul BTS Beroperasi?
Para pelaku membongkar boks modul BTS tanpa memicu kecurigaan warga sekitar. Mereka kemudian menjual barang curian ke luar negeri melalui jasa ekspedisi atas arahan seorang warga negara asing (WNA) berinisial Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand.
Siapa Yang Terlibat?
Polisi menetapkan sejumlah tersangka dengan peran yang berbeda. Mereka berinisial AN, AS, RR, dan GA. Pelaku RR merupaka mantan teknisi modul BTS. Hingga saat ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan beberapa tersangka utama dari berbagai klaster peran.
Bagaimana Dampaknya?
Kerugian materiil yang dialami oleh PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk. mencapai Rp 5.000.000.000. Selain kerugian materiil, pencurian mengakibatkan terganggunya jaringan telekomunikasi dan layanan internet di sejumlah wilayah di Indonesia.
| Tabel 1: Kerugian Materiil | : | Rp 5.000.000.000 |
|---|
Fokus : Sindikat Pencuri Modul BTS di Jaktim Jual Barang Curian ke Bangkok
Tahun : 2023
Lokasi : Jakarta Timur, Bangkok, Thailand
- Modul BTS dikurangi tanpa memicu kecurigaan warga sekitar.
- Barang curian dijual ke luar negeri melalui jasa ekspedisi.
- Mantan teknisi modul BTS terlibat dalam sindikat pencurian.



