Indo News Room – 19 Juli 2026 | Kisah lucu pelatih Spanyol yang pernah mencoba matikan Lionel Messi, malah kebobolan 4 gol dalam 15 menit adalah salah satu contoh yang paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Luis de la Fuente, yang saat itu menjabat sebagai pelatih tim nasional Spanyol, memutuskan untuk tidak menggunakan taktik ‘man-marking’ di final Piala Dunia. Hal ini karena ia ingin memberikan kesempatan bagi pemain-pemain lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Taktik ‘Man-Marking’ yang Gagal
Taktik ‘man-marking’ adalah strategi yang digunakan untuk melawan pemain yang sangat berbakat seperti Messi. Dengan menggunakan pemain tambahan untuk melindungi Messi, pelatih dapat mengurangi kemungkinan Messi untuk mencetak gol. Namun, taktik ini ternyata gagal digunakan oleh Luis de la Fuente.
4 Gol dalam 15 Menit
Setelah 15 menit pertandingan, Spanyol telah kebobolan 4 gol. Messi sendiri mencetak 3 gol, sementara pemain lainnya mencetak gol lainnya. Kejadian ini membuat Luis de la Fuente kehilangan keyakinan untuk menggunakan taktik ‘man-marking’ lagi.
Kejadian ini juga menunjukkan bahwa Messi adalah pemain yang sangat berbakat dan tidak dapat dihentikan dengan mudah. Ia dapat mencetak gol dari mana saja dan kapan saja, bahkan di depan kiper yang sangat baik.
Belajar dari Kesalahan
Kejadian ini juga dapat dijadikan pelajaran bagi pelatih-pelatih lainnya. Mereka dapat belajar bahwa tidak ada taktik yang dapat diandalkan untuk melawan pemain yang sangat berbakat seperti Messi. Mereka harus menemukan cara lain untuk menghadapi pemain-pemain tersebut.
Jadi, kisah lucu pelatih Spanyol yang mencoba matikan Messi, malah kebobolan 4 gol dalam 15 menit adalah salah satu contoh yang paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Ia menunjukkan bahwa Messi adalah pemain yang sangat berbakat dan tidak dapat dihentikan dengan mudah.
Statistik
| Pemain | Gol |
|---|---|
| Lionel Messi | 3 |
| Pemain lainnya | 1 |



