Indo News Room – 14 Mei 2026 | India telah menaikkan bea masuk impor emas dan perak dari 6 persen menjadi 15 persen dalam upaya untuk menekan pembelian logam mulia dari luar negeri dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa negara. Kenaikan bea masuk ini diprediksi akan meredam permintaan di India, yang merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.
Penyebab Kenaikan Bea Masuk
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk menekan defisit perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupee yang saat ini menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Pemerintah India menetapkan komposisi pajak baru yang terdiri dari bea cukai dasar sebesar 10 persen dan Agriculture Infrastructure and Development Cess (AIDC) sebesar 5 persen.
Tabel Perbandingan Bea Masuk
| Bea Masuk Sebelumnya | Bea Masuk Baru |
|---|---|
| 6% | 15% |
Sebelum kebijakan ini diumumkan, Perdana Menteri Narendra Modi telah mengimbau masyarakat agar menghindari pembelian emas selama satu tahun demi melindungi cadangan devisa negara. Namun, para pelaku industri memperingatkan bahwa tingginya pajak impor berisiko menghidupkan kembali praktik penyelundupan yang sempat mereda setelah penurunan tarif pada pertengahan 2024.
Dampak Kenaikan Bea Masuk
- Merangsang peningkatan produksi emas domestik
- Mengurangi ketergantungan pada impor emas
- Memperkuat nilai tukar rupee
Kebijakan pajak baru ini diharapkan dapat menyeimbangkan kembali arus modal keluar akibat impor komoditas tersebut. India tercatat memenuhi hampir seluruh kebutuhan konsumsi emas domestiknya melalui jalur impor.



