Indo News Room – 15 Juli 2026 | Banyak orang yang berpikir bahwa motor nasional adalah motor yang diproduksi oleh pabrikan dalam negeri, tetapi hal itu tidak selalu benar. Bos PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya, mengklaim bahwa motor Honda layak disebut motor nasional karena beberapa alasan.
Ekosistem Industri yang Luas
Bisnis AHM tidak hanya sekedar jualan, melainkan sebuah ekosistem yang menghidupi jutaan masyarakat. Dalam 55 tahun beroperasi di Indonesia, AHM telah melayani lebih dari 100 juta konsumen.
Ekosistem industri yang dibangun AHM juga berdampak luas terhadap jutaan keluarga di Indonesia. Thomas mengungkapkan bahwa ekosistem bisnis mereka dari hulu hingga ke hilir kini telah melibatkan sekitar 2 hingga 3 juta keluarga.
Kuatnya Ekosistem Industri
Mulai dari pemasok komponen hingga jaringan distribusi dan layanan purna jual, AHM memiliki kuatnya ekosistem industri yang terbentuk.
Selain itu, AHM juga didukung oleh lebih dari 1.000 jaringan penyalur resmi, 3.000 gerai bengkel, serta sekitar 7.000 hingga 8.000 toko suku cadang.
Keberlanjutan Industri
Lebih dari itu, AHM berharap bahwa industri ini mampu membangun perekonomian nasional ke arah yang lebih baik.
Kontribusi positif tersebut ditargetkan dapat menyasar seluruh lini, mulai dari masyarakat pengguna sepeda motor hingga jutaan tenaga kerja yang terlibat aktif dalam rantai pasok industri mereka.
Tabel: Ekosistem Industri AHM
| No | Ekosistem Industri | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | Pemasok Komponen | 2-3 juta |
| 2 | Jaringan Distribusi | 1.000 |
| 3 | Layanan Purna Jual | 3.000 |
| 4 | Toko Suku Cadang | 7.000-8.000 |
Bullet List: Kelebihan Industri AHM
- Ekosistem industri yang luas
- Kuatnya ekosistem industri
- Keberlanjutan industri
- Kontribusi positif terhadap perekonomian nasional
Jadi, motor Honda layak disebut motor nasional karena alasan-alasan di atas.



