Indo News Room – 04 Juni 2026 | Sesaknya KRL Green Line Rangkasbitung menjadi perhatian utama masyarakat Jakarta. Dengan kepadatan penumpang mencapai 161 persen, satu meter persegi diisi delapan orang. Bagaimana solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini?
Kepadatan Penumpang yang Tertinggi
Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line memiliki kepadatan penumpang yang tertinggi di wilayah Jabodetabek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingkat okupansi pada jam sibuk mencapai 161 persen.
Proses Penumpang yang Berlebihan
Solusi yang Diperlukan
Untuk mengurangi kepadatan di lintas Rangkasbitung, KAI berencana mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12). Namun, rencana tersebut masih terkendala kapasitas pasokan listrik aliran atas (LAA).
Tabel Kepadatan Penumpang di Lintas Rangkasbitung
| Jam Sibuk | Kepadatan Penumpang (%) |
|---|---|
| 161% | 1 meter persegi diisi delapan orang |
Bulleted List Solusi yang Diperlukan
- Mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12)
- Meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut
- Melakukan modernisasi sistem persinyalan yang dinilai sudah berusia tua
Kesimpulan
Sesaknya KRL Green Line Rangkasbitung menjadi perhatian utama masyarakat Jakarta. Dengan kepadatan penumpang mencapai 161 persen, satu meter persegi diisi delapan orang. Oleh karena itu, solusi yang diperlukan adalah mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12) dan meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut.
FAQ
Q: Apa penyebab kepadatan penumpang di KRL Green Line Rangkasbitung?
A: Kepadatan penumpang di KRL Green Line Rangkasbitung disebabkan oleh tingkat okupansi pada jam sibuk mencapai 161 persen.
Q: Apa solusi yang diperlukan untuk mengurangi kepadatan di lintas Rangkasbitung?
A: Solusi yang diperlukan adalah mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12) dan meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut.



