HomeBeritaSemakin Jujur Semakin Menelisik Fenomena Konten Curhat di Media Sosial

Semakin Jujur Semakin Menelisik Fenomena Konten Curhat di Media Sosial

Date:

Indo News Room – 11 Juli 2026 | Media sosial semakin dipenuhi oleh konten-konten yang ‘akhirnya buka suara’. Ada kreator yang mengaku mengalami burnout setelah bertahun-tahun bekerja tanpa henti. Ada akun yang menceritakan kegagalan bisnisnya, konflik relasi personal, ada pula yang membagikan sisi hidup yang selama ini disembunyikan.

Cerita-cerita personal seperti ini hampir selalu memikat perhatian khalayak. Ribuan komentar berdatangan. Video dibagikan berkali-kali. Tidak sedikit pula yang justru mendapatkan lebih banyak pengikut setelah berani menunjukkan sisi rapuhnya.

Baca juga:

Fenomena Konten Curhat

Fenomena tersebut kemudian membawa kesan bahwa semakin jujur cerita personal seseorang di media sosial, semakin relate pengalamannya dengan audiens, maka semakin tinggi pula peluang viralnya. Fenomena ini memunculkan pertanyaan menggelitik; Apakah media sosial sedang mendorong kita menjadi lebih jujur dan autentik? Atau konten autentik justru jadi sebuah strategi di dunia digital?

Teori Dramaturgi

Media Sosial sebagai Panggung

Media sosial, menurut Teng (2025), telah memperluas ‘panggung’ tersebut. Proses mengelola kesan atau impression management menjadi semakin penting karena penontonnya tidak lagi belasan orang, melainkan ribuan atau bahkan jutaan pengguna.

Baca juga:

Paradoks Komunikasi Digital

Konten yang terlihat spontan, jujur, dan apa adanya dianggap sebagai konten yang autentik di media sosial. Padahal di balik layar, terdapat proses memilah, menentukan, serta menyusun cerita agar lebih menarik dan dipahami oleh audiens.

Kritis dalam Mengonsumsi Cerita Orang Lain

Maka kita perlu lebih bijak dalam membagikan cerita, sekaligus lebih kritis ketika mengonsumsi cerita orang lain. Literasi digital hari ini bukan hanya mampu membedakan informasi benar dan salah, namun memahami bahwa setiap konten, bahkan konten yang jujur dan autentik, ada proses presentasi diri yang perlu kita telaah secara kritis dan menyeluruh.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dugaan Korupsi Jampidsus: Ujian Integritas Penegakan Hukum Indonesia

Indo News Room – 11 Juli 2026 | Ketika...

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus: Apa yang Terjadi?

Indo News Room – 11 Juli 2026 | Jaksa...

Bulog Catat Cadangan Beras Pemerintah Capai 5,4 Juta Ton: Apa Faktanya?

Indo News Room – 11 Juli 2026 | Bulan...