Indo News Room – 24 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah menutup 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menargetkan untuk menutup lebih dari 800 BUMN. Langkah ini diharapkan dapat menghemat anggaran negara dan meningkatkan efisiensi.
Penutupan BUMN
Prabowo menyatakan bahwa BUMN yang ditutup sudah mencapai 240 perusahaan dan jumlah ini akan terus bertambah. Ia memastikan bahwa penutupan BUMN ini akan menghemat anggaran negara karena otomatis jumlah komisaris dan direksi juga berkurang.
Uang Beredar di Indonesia
Uang beredar di Indonesia pada Mei 2026 mencapai Rp 10.415,9 triliun. Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi pada Mei 2026, jika dibandingkan bulan sebelumnya.
| No | Parameter | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Uang Beredar (M2) | Rp 10.415,9 triliun |
| 2 | Uang Beredar Sempit (M1) | Rp 6.025 triliun |
Perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit tumbuh 10,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,4 persen (yoy).
Kesimpulan
Penutupan BUMN oleh Presiden Prabowo Subianto dan peningkatan uang beredar di Indonesia merupakan langkah-langkah yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan menghemat anggaran negara.
FAQ
Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan:
- Apakah penutupan BUMN akan berdampak pada perekonomian Indonesia?
- Bagaimana peningkatan uang beredar di Indonesia akan mempengaruhi inflasi?
- Apa yang dimaksud dengan uang beredar dalam arti luas (M2)?



