Indo News Room – 05 Juni 2026 | Di tengah megahnya pembangunan IKN, ada kisah para perempuan adat yang makin terpinggirkan dan kesulitan karena minimnya pengakuan hak atas tanah adat. Perempuan suku Balik, yang merupakan salah satu suku asli di wilayah Kalimantan Barat, telah lama menghadapi masalah ini.
Kondisi Ekonomi yang Sulit
Perempuan suku Balik seringkali tidak memiliki akses ke sumber daya ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti air bersih, sanitasi, dan infrastruktur. Hal ini membuat mereka sulit untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuan ekonomi mereka.
Minimnya Pengakuan Hak Atas Tanah Adat
Perempuan suku Balik juga menghadapi masalah minimnya pengakuan hak atas tanah adat. Mereka tidak memiliki dokumen-dokumen yang memastikan hak mereka atas tanah dan sumber daya alam yang mereka miliki. Hal ini membuat mereka rentan terhadap penindasan dan eksploitasi oleh pihak lain.
Upaya untuk Meningkatkan Kondisi Ekonomi
Untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka, perempuan suku Balik mulai berusaha meningkatkan kemampuan ekonomi mereka. Mereka mencari peluang usaha yang dapat membantu mereka meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kualitas hidup.
Tabel Komparasi Kondisi Ekonomi
| Tahun | Pendapatan Rata-Rata | Akses Air Bersih | Akses Sanitasi |
|---|---|---|---|
| 2015 | 5.000.000 Rupiah | 30% | 20% |
| 2020 | 7.000.000 Rupiah | 60% | 40% |
Sebagai contoh, tabel di atas menunjukkan peningkatan pendapatan rata-rata perempuan suku Balik dari 5.000.000 Rupiah pada tahun 2015 menjadi 7.000.000 Rupiah pada tahun 2020. Selain itu, akses air bersih dan sanitasi juga meningkat dari 30% dan 20% pada tahun 2015 menjadi 60% dan 40% pada tahun 2020.



