Indo News Room – 06 Mei 2026 | Komisi Reformasi Polri baru saja mengajukan Revisi UU Polri ke Prabowo, menandai langkah signifikan dalam upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi institusi kepolisian. Apa saja inti usulan, proses legislasi yang diperlukan, dan implikasinya bagi keamanan nasional?
Revisi UU Polri: Latar Belakang dan Tujuan
Usulan ini muncul setelah evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan kepolisian selama beberapa tahun terakhir. Fokus utama adalah menyesuaikan regulasi dengan standar internasional, meningkatkan penegakan hukum Indonesia, serta menegakkan mekanisme pengawasan internal yang lebih ketat.
Masalah Utama pada UU Polri Saat Ini
- Kekurangan mekanisme kontrol eksternal.
- Ketidakjelasan wewenang dalam operasi khusus.
- Kurangnya perlindungan hak asasi dalam prosedur penangkapan.
Langkah Legislasi yang Diharapkan
Pemerintah diharapkan menurunkan rekomendasi Komisi ke dalam produk hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP), Perpres, dan Inpres. Proses ini melibatkan tiga tahap utama:
- Rancangan PP yang merinci perubahan struktural.
- Perpres untuk menetapkan kebijakan strategis.
- Inpres sebagai instrumen eksekutif cepat.
Jadwal Perkiraan
Berikut estimasi waktu pelaksanaan tiap tahapan:
| Tahapan | Estimasi Waktu | Status Saat Ini |
|---|---|---|
| Rancangan PP | 3‑4 bulan | Draft selesai |
| Pembahasan DPR | 2‑3 bulan | Menunggu agenda |
| Pengesahan Inpres | 1‑2 bulan | Menunggu persetujuan Presiden |
Implikasi Politik dan Keamanan
Jika disetujui, revisi ini dapat memperkuat posisi pemerintah dalam menanggulangi kriminalitas terorganisir serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. Namun, terdapat risiko resistensi dari elemen internal kepolisian yang terbiasa dengan kebijakan lama.
Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal kuat bagi partai politik lain bahwa reformasi institusional menjadi agenda prioritas, khususnya menjelang pemilihan umum mendatang.
Secara keseluruhan, proses revisi UU Polri tidak hanya soal perubahan teks, melainkan transformasi budaya kerja aparat yang menuntut dukungan lintas sektor.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja poin utama dalam Revisi UU Polri?
Poin utama mencakup penguatan mekanisme pengawasan, klarifikasi wewenang operasi khusus, dan penambahan perlindungan hak asasi manusia.
Bagaimana tahapan legislasi akan dilaksanakan?
Usulan akan turun menjadi PP, Perpres, dan Inpres melalui proses penyusunan draft, pembahasan di DPR, dan finalisasi oleh Presiden.
Apakah revisi ini akan mempengaruhi keamanan nasional?
Ya, dengan regulasi yang lebih ketat diharapkan kepolisian dapat bertindak lebih efektif, mengurangi penyalahgunaan wewenang, dan meningkatkan kepercayaan publik.
Siapa yang memimpin Komisi Reformasi Polri?
Komisi dipimpin oleh tokoh senior yang memiliki latar belakang kepolisian dan pengalaman legislasi, memastikan usulan berbasis data dan kebutuhan lapangan.



