Indo News Room – 20 Juni 2026 | Mengenal Aturan Prestianni Dari Nama Pemain ke Miguel Almiron merupakan regulasi yang diterapkan oleh FIFA untuk mencegah serangan rasial dan diskriminasi di dunia sepakbola. Aturan ini melarang pemain menutup mulut saat beradu argumen, sehingga mereka tidak dapat mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur rasial atau diskriminatif.
Sejarah Aturan Prestianni
Aturan Prestianni pertama kali diperkenalkan oleh FIFA pada tahun 2019, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan serangan rasial di dunia sepakbola. Sejak itu, aturan ini telah diterapkan di berbagai kompetisi sepakbola internasional, termasuk Piala Dunia dan Liga Champions.
Implementasi Aturan Prestianni
Aturan Prestianni diimplementasikan oleh wasit dan official lainnya di lapangan. Mereka memiliki wewenang untuk menghentikan pertandingan dan memberikan peringatan kepada pemain yang melanggar aturan ini. Jika pemain terus melanggar aturan, mereka dapat dikenakan sanksi lebih lanjut, seperti kartu kuning atau merah.
| Pemain | Tim | Posisi |
|---|---|---|
| Miguel Almiron | Newcastle United | Gelandang |
Contoh pemain yang telah terlibat dalam kasus pelanggaran Aturan Prestianni adalah Miguel Almiron, gelandang Newcastle United. Pada pertandingan melawan Liverpool, Almiron diduga mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur rasial kepada pemain lawan, dan akhirnya dikenakan kartu kuning oleh wasit.
Manfaat Aturan Prestianni
Aturan Prestianni memiliki beberapa manfaat, termasuk:
- Mencegah serangan rasial dan diskriminasi di dunia sepakbola
- Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menghormati lawan dan wasit
- Membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pemain dan official
Dengan demikian, Aturan Prestianni merupakan langkah yang penting untuk meningkatkan kualitas dan kesadaran di dunia sepakbola.



