Indo News Room – 13 Agustus 2026 | Komisi X DPR setuju dengan rencana pembaruan buku mata pelajaran untuk siswa yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Namun, Komisi X meminta pembaruan tersebut tidak hanya menyasar tampilan fisik buku, tetapi juga materi dan konten di dalamnya.
Proses Pembaruan Buku Pelajaran
Berdasarkan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan melakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.
Mengutip Nasywa Athifah/kumparan, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan rencana pembaruan buku pelajaran tersebut. Meski demikian, ia meminta pemerintah melibatkan banyak pihak, khususnya para pakar pendidikan, dalam proses penyusunannya.
“Ide Pak Presiden kemarin melalui Mensesneg terkait dengan buku mata pelajaran yang akan diubah. Kami di Komisi X prinsipnya setuju, nggak ada masalah, dengan catatan, kan,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8).
Kelebihan Pembaruan Buku Pelajaran
- Meningkatkan kualitas buku pelajaran
- Menyasar materi dan konten buku
- Melibatkan para pakar pendidikan
- Melakukan uji publik
Keterbatasan Pembaruan Buku Pelajaran
Mengutip Lalu, pelibatan pakar pendidikan dan uji publik diperlukan agar proses perubahan buku pelajaran dilakukan secara terbuka dan tidak hanya melibatkan kelompok tertentu.
Kelemahan Pembaruan Buku Pelajaran
- Menggunakan biaya yang besar
- Mengalami kesulitan dalam menemukan sumber daya yang tepat
- Menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas buku pelajaran
Komisi X DPR juga menyoroti persoalan akses siswa terhadap buku pelajaran yang telah diperbarui. Ia meminta pemerintah memastikan buku tersebut dapat diperoleh secara gratis oleh seluruh siswa di Indonesia.
Fitur-Fitur yang Membuat Buku Pelajaran Lebih Baik
Beberapa fitur yang membuat buku pelajaran lebih baik adalah:
- Materi yang lebih lengkap dan akurat
- Konten yang lebih menarik dan interaktif
- Tampilan yang lebih menarik dan mudah dipahami
Harga yang Terjangkau
Komisi X DPR juga menyoroti persoalan harga yang terjangkau untuk buku pelajaran yang telah diperbarui. Ia meminta pemerintah memastikan buku tersebut dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau oleh seluruh siswa di Indonesia.
Kelebihan Harga yang Terjangkau
- Meningkatkan akses siswa terhadap buku pelajaran
- Menyokong pendidikan yang lebih baik
- Membantu siswa memahami materi dengan lebih baik
Kesimpulan
Komisi X DPR setuju dengan rencana pembaruan buku mata pelajaran untuk siswa yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Namun, Komisi X meminta pembaruan tersebut tidak hanya menyasar tampilan fisik buku, tetapi juga materi dan konten di dalamnya.
Pemerintah harus melibatkan banyak pihak, khususnya para pakar pendidikan, dalam proses penyusunannya. Pelibatan pakar pendidikan dan uji publik diperlukan agar proses perubahan buku pelajaran dilakukan secara terbuka dan tidak hanya melibatkan kelompok tertentu.



