HomeBeritaDi Balik Mimpi Sekolah dan PTN Favorit: Tekanan yang Tak Terlihat

Di Balik Mimpi Sekolah dan PTN Favorit: Tekanan yang Tak Terlihat

Date:

Indo News Room – 19 Juni 2026 | Persaingan masuk sekolah dan perguruan tinggi negeri (PTN) semakin ketat, sehingga siswa mengalami tekanan mental yang tak terlihat.

Standar Keberhasilan yang Salah

Masyarakat sering menciptakan standar keberhasilan yang salah, yaitu hanya dari nama sekolah dan PTN. Padahal, keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur oleh tempat di mana ia menempuh pendidikan, tapi juga dari proses, kemampuan, relasi, dan usaha yang terus dikembangkan dari individu tersebut.

Baca juga:

Teheraposis di Sekolah

Di sekolah, persaingan masuk sekolah unggulan membuat siswa mengalami tekanan sosial. Mereka harus belajar hingga malam, les tambahan, dan bahkan depresi karena harus mengejar jalur prestasi agar tidak terhambat oleh sistem jalur zonasi.

Teheraposis di PTN

Di PTN, persaingan untuk masuk PTN favorit atau “Top 3” membuat mahasiswa mengalami tekanan mental. Mereka harus menghadapi tuntutan akademik dan tekanan sosial dari masyarakat.

Baca juga:

Kesimpulan

Sistem pendidikan harus berubah untuk mengurangi tekanan mental yang dialami oleh siswa dan mahasiswa. Pemerintah harus melakukan pemerataan pembangunan pendidikan agar mengurangi kesenjangan pendidikan di setiap wilayah.

FAQ

Apakah tekanan mental di sekolah dan PTN dapat dicegah?

Tidak semua tekanan mental dapat dicegah, tetapi dapat dikurangi dengan melakukan pemerataan pembangunan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca juga:

Bagaimana cara mengatasi tekanan mental di sekolah dan PTN?

Mengatasi tekanan mental di sekolah dan PTN dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan siswa dan mahasiswa, meningkatkan relasi, dan meningkatkan usaha yang terus dikembangkan dari individu tersebut.

Apakah sistem pendidikan harus berubah?

Ya, sistem pendidikan harus berubah untuk mengurangi tekanan mental yang dialami oleh siswa dan mahasiswa. Pemerintah harus melakukan pemerataan pembangunan pendidikan agar mengurangi kesenjangan pendidikan di setiap wilayah.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ojol di Jaktim: Ketika Memohon dan Panjat Truk Dishub saat Motornya Diangkut

Indo News Room – 19 Juni 2026 | Berikut...

Polres Aceh Barat Tangkap Nelayan Terduga Pengedar Ganja Kering 751 Gram

Indo News Room – 19 Juni 2026 | Banyak...

Jangan Diabaikan: Komponen Slow Moving Mobil yang Wajib Dicek Rutin

Indo News Room – 19 Juni 2026 | Jangan...