Indo News Room – 14 Juli 2026 | Korupsi merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara Indonesia. Menurut Haedar, Ketua Umum PP Muhammadiyah, pemberantasan korupsi harus dilakukan melalui penguatan sistem, bukan hanya sebatas seruan moral.
Haedar menyatakan bahwa keberhasilan memberantas korupsi tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Seluruh institusi penegak hukum harus bergerak bersama dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pemberantasan Korupsi Melalui Penguatan Sistem
Koordinasi Antarinstansi
Haedar juga mendorong agar seluruh kementerian, lembaga negara, hingga institusi pemerintahan ikut terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, Presiden perlu memimpin langsung koordinasi antarinstansi agar tidak terjadi tumpang tindih maupun hambatan dalam penanganan perkara korupsi.
Peran Masyarakat Sipil
Haedar menilai masyarakat sipil juga harus menjadikan pemberantasan korupsi sebagai bagian dari budaya dan cara berpikir bersama. Institusi-institusi kemasyarakatan dan kebangsaan juga harus betul-betul menjadikan pemberantasan korupsi sebagai state of mind, alam pikiran untuk gerak bersama.
Tabel Komparasi Lembaga Penegak Hukum
| Lembaga | Fungsi |
|---|---|
| Kepolisian Republik Indonesia | Mengusut dan mengambil tindakan terhadap pelaku korupsi |
| Kejaksaan Agung | Mengadakan proses hukum terhadap pelaku korupsi |
| KPK | Mengawasi dan mengadakan penyelidikan terhadap pelaku korupsi |
Berdasarkan komparasi di atas, dapat dilihat bahwa setiap lembaga memiliki peran yang penting dalam pemberantasan korupsi.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan pemberantasan korupsi?
Jawaban: Pemberantasan korupsi adalah upaya untuk menghilangkan dan mencegah praktek korupsi dalam sistem pemerintahan dan masyarakat.
Pertanyaan 2: Siapa yang harus terlibat dalam pemberantasan korupsi?
Jawaban: Semua lembaga penegak hukum, termasuk Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan KPK, serta masyarakat sipil harus terlibat dalam pemberantasan korupsi.



