HomeBeritaProgram Papua Pintar: TNI Hadir Sebagai Tenaga Pendidik di Pedalaman

Program Papua Pintar: TNI Hadir Sebagai Tenaga Pendidik di Pedalaman

Date:

Indo News Room – 13 Mei 2026 | Program Papua Pintar merupakan salah satu upaya TNI untuk membantu keterbatasan tenaga pendidik di pedalaman Papua. Dengan program ini, TNI hadir sebagai tenaga pendidik di sekolah-sekolah pedalaman Papua, guna berbagi ilmu, membangun kedekatan, serta menanamkan semangat kebangsaan kepada anak-anak Papua.

Program Papua Pintar

Program ini dipimpin oleh Komandan Satgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, dengan unsur yang terlibat seperti Batalyon Infanteri (Yonif) 751/VJS di Distrik Sentani, Yonif 753/AVT di Distrik Tomka, Yonif 113/JS di Distrik Pogapa, serta Yonif 121/MK di Distrik Kalimo.

Baca juga:

Tujuan Program

Tujuan program ini adalah untuk menanamkan wawasan kebangsaan, disiplin, cinta tanah air, serta semangat kebersamaan kepada anak-anak Papua. Dengan demikian, diharapkan anak-anak Papua dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Papua serta Indonesia.

Baca juga:
No Unsur Lokasi
1 Yonif 751/VJS Distrik Sentani
2 Yonif 753/AVT Distrik Tomka
3 Yonif 113/JS Distrik Pogapa
4 Yonif 121/MK Distrik Kalimo

Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak Papua dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan dapat bersaing dengan anak-anak dari daerah lain di Indonesia.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  • Apa tujuan Program Papua Pintar?
  • Siapa yang memimpin Program Papua Pintar?
  • Apa saja unsur yang terlibat dalam Program Papua Pintar?

Program Papua Pintar merupakan salah satu upaya TNI untuk membantu keterbatasan tenaga pendidik di pedalaman Papua. Dengan program ini, diharapkan anak-anak Papua dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Papua serta Indonesia.

Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Jika El Nino Picu Krisis Air di Jakarta

Indo News Room – 13 Mei 2026 | Pemprov...

Mobil LCGC Terabas Masuk Parkiran setelah Dikejar DC: Fakta dan Klaim

Indo News Room – 13 Mei 2026 | Diduga...

BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sumatera Utara dalam Seminggu

Indo News Room – 13 Mei 2026 | Hujan...

Hasil HT Timnas U17 Indonesia Vs Jepang 0-1: Garuda Muda Tertekan

Indo News Room – 13 Mei 2026 | Hasil...