HomePolitikPenjelasan Kapuspenkum Kejagung Soal Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus

Penjelasan Kapuspenkum Kejagung Soal Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus

Date:

Indo News Room – 09 Juli 2026 | Penjelasan Kapuspenkum Kejagung soal Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus telah menjadi perhatian utama dalam beberapa hari terakhir. Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan bahwa unsur TNI memang dilibatkan untuk menjaga keamanan petinggi kejaksaan.

Pengamanan TNI di Rumah Jampidsus

Anang menjelaskan bahwa pengamanan oleh TNI itu sudah ada dari dulu, semenjak adanya Jampidmil. Jaksa Agung Muda di daerah juga diberikan pengamanan dari TNI.

Baca juga:

Pengamanan TNI untuk Pimpinan Kejaksaan

Personel TNI berjaga di depan kediaman jaksa di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Anang kembali menegaskan bahwa pengamanan tersebut ada di pimpinan lain. Ia menyebut pengamanan dari unsur TNI itu merupakan standar yang sudah lama diberlakukan.

No Jenis Pengamanan Lokasi
1 Pengamanan TNI Rumah Jampidsus
2 Pengamanan TNI Rumah Jaksa Agung Muda
  • Pengamanan TNI di rumah Jampidsus
  • Pengamanan TNI di rumah Jaksa Agung Muda

Kesimpulan dari penjelasan Kapuspenkum Kejagung soal Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus adalah bahwa pengamanan oleh TNI itu sudah ada dari dulu dan merupakan standar yang sudah lama diberlakukan.

Baca juga:

FAQ

Apa itu Pengamanan TNI di Rumah Jampidsus?

Pengamanan TNI di rumah Jampidsus adalah pengamanan yang dilakukan oleh personel TNI untuk menjaga keamanan petinggi kejaksaan.

Siapa yang bertanggung jawab atas Pengamanan TNI di Rumah Jampidsus?

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan bahwa unsur TNI memang dilibatkan untuk menjaga keamanan petinggi kejaksaan.

Baca juga:

Apa tujuan dari Pengamanan TNI di Rumah Jampidsus?

Tujuan dari pengamanan TNI di rumah Jampidsus adalah untuk menjaga keamanan petinggi kejaksaan dan meningkatkan keselamatan mereka.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related