Indo News Room – 20 April 2026 | Iran dilaporkan menggunakan satelit buatan China bernama TEE-01B untuk mengawasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, baik sebelum maupun setelah serangan drone dan rudal. Penggunaan satelit ini menandai lonjakan kemampuan intelijen visual Iran, dengan resolusi setengah meter yang jauh melampaui satelit domestik Noor-3.
Detail Pengadaan Satelit TEE-01B oleh IRGC
Profil Satelit TEE-01B
TEE-01B diluncurkan pada 6 Juni 2024 dan dioperasikan oleh Pasukan Dirgantara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sejak September 2024. Satelit ini dibangun oleh perusahaan Beijing, Earth Eye Co., dengan harga sekitar 36 juta dolar AS (sekitar Rp612 miliar). Misi resmi yang diumumkan oleh perusahaan adalah penggunaan sipil, termasuk pertanian dan penanganan darurat, namun data operasional menunjukkan penggunaan militer secara eksklusif.
Peran Perusahaan China
Earth Eye Co. menyediakan desain satelit serta perangkat lunak pemrosesan citra, sedangkan Emposat, perusahaan layanan pengendalian dan data satelit yang berbasis di Beijing, mengelola stasiun darat yang memberi IRGC akses langsung ke data mentah. Kerjasama ini menimbulkan keprihatinan di Washington, mengingat potensi transfer teknologi militer yang sensitif.
Pengawasan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Lokasi yang Dipantau
Data citra satelit yang dianalisis oleh Financial Times memperlihatkan jejak pengawasan pada beberapa pangkalan utama AS antara Maret dan April 2026:
- Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi (13–15 Maret 2026)
- Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania
- Wilayah sekitar Pangkalan Armada Kelima AS, Manama, Bahrain
- Bandara Internasional Erbil, Irak
- Camp Lemonnier, Djibouti
- Camp Buehring dan Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait
- Bandara Internasional Duqm, Oman
Pengawasan ini bertepatan dengan serangan drone yang menimpa lima pesawat pengisian bahan bakar AS di Saudi, sebuah insiden yang kemudian dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Perbandingan Teknis: TEE-01B vs Noor-3
| Fitur | TEE-01B (China) | Noor-3 (Iran) |
|---|---|---|
| Resolusi Citra | 0,5 meter | 5 meter |
| Tanggal Peluncuran | 6 Juni 2024 | 2020 |
| Biaya | US$36 juta | US$15 juta (perkiraan) |
| Pengendali Operasional | IRGC via Emposat (China) | Program Sipil Iran |
| Fungsi Utama | Intelijen militer | Penginderaan jauh sipil |
Perbedaan resolusi menjadi faktor kunci yang memungkinkan IRGC mengidentifikasi target dengan presisi tinggi, mengurangi kebutuhan akan pesawat pengintai berawak.
Implikasi Politik dan Ekonomi
Penggunaan satelit China oleh IRGC menambah dimensi baru pada hubungan Iran‑China‑AS. Washington menganggap langkah ini sebagai eskalasi yang mengancam keamanan pangkalan AS di kawasan strategis. Sebagai respons, administrasi Trump mengancam tarif tinggi pada produk-produk China yang dianggap mendukung program militer Iran.
Di sisi lain, Iran menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada teknologi luar negeri untuk menutup kesenjangan kemampuan militer domestik. Seorang pakar dari Paris Institute of Political Studies, Nicole Grajewski, menilai bahwa “Iran benar-benar membutuhkan kemampuan yang disediakan asing ini selama perang ini, karena memungkinkan IRGC untuk mengidentifikasi target sebelumnya dan memeriksa keberhasilan serangannya.”
Reaksi Amerika Serikat
Pemerintah AS menanggapi dengan memperkuat sistem pertahanan siber di pangkalan-pangkalan yang teridentifikasi, serta meningkatkan patroli udara di wilayah yang terpantau. Selain itu, Kongres AS membahas paket sanksi tambahan terhadap entitas China yang terlibat dalam transfer teknologi satelit militer.
Analisis intelijen AS menilai bahwa kemampuan citra setengah meter dapat mengubah taktik pertempuran dengan memberikan data real‑time untuk penargetan presisi. Hal ini memaksa AS untuk meninjau kembali prosedur kamuflase dan penempatan aset strategis di Timur Tengah.
Untuk pemahaman lebih mendalam tentang kebijakan satelit Iran, lihat juga laporan mendalam tentang program luar angkasa Iran di artikel lain.
FAQ
- Apakah TEE-01B hanya digunakan untuk tujuan militer? Meskipun produsen mengklaim penggunaan sipil, semua data operasional menunjukkan satelit ini dikelola oleh IRGC untuk pemantauan militer.
- Bagaimana resolusi setengah meter mempengaruhi kemampuan intelijen? Resolusi tersebut memungkinkan identifikasi objek berukuran kecil seperti kendaraan militer, senjata, atau instalasi logistik, yang tidak dapat terlihat pada citra 5‑meter.
- Apa konsekuensi ekonomi bagi China? Potensi tarif tinggi dan sanksi dari AS dapat menambah tekanan pada ekspor teknologi China, terutama di sektor satelit.
- Apakah Iran memiliki satelit lain dengan kemampuan serupa? Saat ini, Noor‑3 adalah satelit beresolusi tertinggi milik Iran, dengan resolusi sekitar 5 meter, jauh di bawah TEE‑01B.



