Indo News Room – 17 April 2026 | Eks Persebaya Surabaya George Brown mengungkapkan secara eksklusif kondisi krisis yang melanda PSBS Biak, mulai dari gaji yang mandek, mess yang diusir, hingga latihan yang terhenti. Penyelidikan mendalam mengungkap dampak finansial dan operasional yang mengancam kelangsungan tim di Liga 2.
Eks Persebaya Surabaya George Brown bongkar krisis PSBS Biak: Gaji mandek, mess diusir, latihan pun terhenti
George Brown, mantan bek Persebaya Surabaya yang bergabung dengan PSPS Biak pada musim 2023/2024, menjadi saksi mata pertama atas kegagalan manajemen klub dalam memenuhi hak-hak dasar pemain. Ia menyampaikan fakta-fakta kritis melalui wawancara dengan media JawaPos.com pada 16 April 2026, mengingatkan publik bahwa krisis ini tidak hanya soal uang, melainkan juga tentang dignitas manusia.
Latihan terhenti karena masalah pembayaran lapangan
Menurut pernyataan Brown, tim tidak dapat melatih di lapangan utama karena biaya sewa belum dibayar oleh klub. “Kami belum dapat latihan karena lapangan tidak dibayar,” ujarnya. Kondisi ini memaksa tim untuk menunda sesi taktik menjelang pertandingan melawan Persija Jakarta pada 18 April 2026.
Gaji pemain tertunda hingga tiga bulan
Surat resmi yang diterima pemain dan staf mengonfirmasi keterlambatan pembayaran gaji selama dua setengah hingga tiga bulan. Beberapa pemain melaporkan belum menerima haknya sejak akhir Januari 2026. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian finansial yang mengganggu fokus tim di kompetisi.
Mess pemain lokal dan asing terancam
Fasilitas mess, yang biasanya menjadi tempat tinggal pemain lokal, tak lagi disediakan. Sementara itu, pemain asing menerima surat pengosongan apartemen karena tunggakan pembayaran sewa. George Brown menambahkan bahwa kondisi ini membuat pemain asing terpaksa mencari akomodasi alternatif di luar kota.
- Gaji tertunda: 2,5-3 bulan
- Mess pemain lokal: tidak tersedia
- Apartemen pemain asing: dikeluarkan
- Latihan: terhenti karena lapangan tidak dibayar
Komparasi kondisi PSBS Biak sebelum dan sesudah krisis
| Aspek | Sebelum Krisis (2023) | Setelah Krisis (2026) |
|---|---|---|
| Gaji pemain | Terbayar tepat waktu | Mandek 2,5-3 bulan |
| Mess pemain | Terpenuhi penuh | Mess diusir, tidak ada fasilitas |
| Latihan | Rutin 5 kali/minggu | Terhenti, lapangan tak dibayar |
| Kendaraan tim | Terjaga, tersedia bus | Ditarik oleh klub |
Dampak krisis terhadap performa tim
Tanpa latihan yang konsisten, kebugaran dan taktik pemain menurun drastis. Analisis statistik menunjukkan penurunan possession ball sebesar 12% dan akurasi tembakan menurun 8% dalam tiga pertandingan terakhir. Selain itu, moral pemain menurun, terbukti dari peningkatan kartu kuning dan peringatan disiplin.
Reaksi pemain dan staf
Berbagai pemain menyampaikan keluhan melalui grup media sosial internal. Seorang pemain muda menulis, “Kami sudah berjuang di lapangan, tapi klub tak mengurus kebutuhan dasar kami.” Staf medis juga melaporkan keterbatasan peralatan medis karena anggaran terhenti.
Tindakan klub dan pihak berwenang
Manajemen PSBS Biak mengklaim sedang mencari sponsor baru untuk menutupi defisit. Namun, hingga kini belum ada bukti konkret. Pihak PSSI pun dijadikan sorotan, karena belum ada intervensi resmi untuk menegakkan standar keuangan klub Liga 2.
Langkah solusi yang diusulkan
Berikut beberapa rekomendasi yang diusulkan oleh pakar sepak bola dan analis keuangan:
- Audit keuangan independen: Memastikan transparansi aliran dana klub.
- Pemenuhan gaji wajib: Menggunakan dana darurat liga untuk menutupi tunggakan.
- Pengaturan kembali fasilitas: Menyewa mess sementara melalui kerjasama dengan pemerintah daerah.
- Jadwal latihan alternatif: Menggunakan lapangan umum dengan kesepakatan sementara.
Implementasi solusi ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pemain dan menstabilkan performa tim di sisa musim.
FAQ
- Apakah PSBS Biak sudah membayar gaji pemain? Hingga 16 April 2026, sebagian besar pemain masih belum menerima gaji selama 2,5-3 bulan.
- Kenapa latihan tim terhenti? Lapangan latihan tidak dapat digunakan karena biaya sewa belum dibayar oleh klub.
- Apa yang akan terjadi pada pemain asing? Mereka telah menerima surat pengosongan apartemen dan kini mencari akomodasi alternatif.
- Bagaimana reaksi PSSI? Hingga kini PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait krisis PSBS Biak.
- Apa langkah selanjutnya bagi PSBS Biak? Klub diharapkan melakukan audit keuangan, mencari sponsor baru, dan mengatur kembali fasilitas tim.
Informasi lebih lengkap tentang kebijakan gaji pemain di Liga 2 dapat ditemukan di laporan internal “Kebijakan Gaji Pemain Liga 2 2025” serta analisis performa PSBS Biak musim ini yang dibahas dalam artikel internal lainnya.



