HomeBeritaDi Balik Subsidi Solar untuk Kapal Ikan Besar: Mengapa Kebijakan Ini Tidak...

Di Balik Subsidi Solar untuk Kapal Ikan Besar: Mengapa Kebijakan Ini Tidak Tepat?

Date:

Indo News Room – 16 Juli 2026 | Apakah subsidi solar untuk kapal ikan besar sebenarnya membantu nelayan atau malah merugikan mereka? Pada artikel ini, kita akan membahas mengapa kebijakan solar Rp15.000/liter untuk kapal 30-200 GT dinilai tidak tepat.

Struktur Usaha Perikanan Nasional

Usaha perikanan nasional masih didominasi oleh nelayan skala kecil. Mereka menggunakan kapal kecil untuk menangkap ikan dan menjualnya di pasar lokal. Namun, dengan kebijakan subsidi solar, mereka yang menggunakan kapal besar untuk menangkap ikan mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Baca juga:

Tabel Komparasi Antara Kapal Kecil dan Besar

Kapal Biaya Solar Potensi Pendapatan
Kapal Kecil Rp5.000/liter Rp10.000/ton
Kapal Besar Rp15.000/liter Rp50.000/ton

Mengapa Kebijakan Ini Tidak Tepat?

  • Nelayan skala kecil tidak dapat menikmati manfaat dari kebijakan subsidi solar.
  • Kebijakan ini malah membuat nelayan skala besar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
  • Hal ini dapat merugikan usaha perikanan nasional secara keseluruhan.

Seharusnya, kebijakan subsidi solar harus dirancang untuk membantu semua nelayan, tidak hanya mereka yang menggunakan kapal besar. Dengan demikian, usaha perikanan nasional dapat berkembang secara merata dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Baca juga:

Bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan subsidi solar untuk kapal ikan besar? Apakah Anda setuju bahwa kebijakan ini tidak tepat? Berikan komentar Anda di bawah ini!

Baca juga:
Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related