Indo News Room – 20 Juni 2026 | Kiai sepuh NU sedang mempersiapkan diri untuk Muktamar 2026, dan salah satu topik yang mereka soroti adalah tentang rangkap jabatan. Apa yang membuat mereka khawatir?
Rangkap Jabatan: Apa itu dan Bagaimana Membuatnya?
Rangkap jabatan adalah ketika seseorang menjabat dua atau lebih posisi dalam satu waktu. Hal ini dapat membuat orang tersebut memiliki lebih banyak wewenang dan tanggung jawab.
Contoh Rangkap Jabatan
- Pemimpin partai politik yang juga menjabat sebagai gubernur
- Anggota dewan yang juga menjabat sebagai direktur perusahaan
Permasalahan Rangkap Jabatan
Rangkap jabatan dapat membuat orang tersebut memiliki konflik kepentingan. Mereka mungkin harus memilih antara kepentingan partai politik dan kepentingan perusahaan.
Contoh Permasalahan Rangkap Jabatan
- Pemimpin partai politik yang juga menjabat sebagai gubernur harus memutuskan antara kepentingan partai dan kepentingan rakyat
- Anggota dewan yang juga menjabat sebagai direktur perusahaan harus memutuskan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan investor
Kiai Sepuh NU Soroti Rangkap Jabatan
Kiai sepuh NU sedang mempersiapkan diri untuk Muktamar 2026 dan salah satu topik yang mereka soroti adalah tentang rangkap jabatan.
Usulan Kiai Sepuh NU
- Menetapkan batasan atas rangkap jabatan
- Mengatur proses pengangkatan orang yang menjabat rangkap
Kesimpulan
Rangkap jabatan dapat membuat orang tersebut memiliki lebih banyak wewenang dan tanggung jawab, tetapi juga dapat membuat mereka memiliki konflik kepentingan. Kiai sepuh NU sedang mempersiapkan diri untuk Muktamar 2026 dan salah satu topik yang mereka soroti adalah tentang rangkap jabatan.
FAQ
Apakah rangkap jabatan boleh?
Tidak, rangkap jabatan tidak boleh karena dapat membuat orang tersebut memiliki konflik kepentingan.
Bagaimana cara mengatasi rangkap jabatan?
Menetapkan batasan atas rangkap jabatan dan mengatur proses pengangkatan orang yang menjabat rangkap.



