Indo News Room – 19 Juni 2026 | Berapa banyak pekerja informal di Indonesia yang tidak memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan? Mereka yang terlalu sibuk bekerja dan tidak memiliki waktu untuk memikirkan masa depan. Namun, ada kabar baik bagi mereka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah berkomitmen untuk memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal
Pemprov Jabar telah menghadiri kegiatan Apresiasi Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Bale Gede Pakuan, Gedung Pakuan, Kota Bandung. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.515 peserta yang menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dengan total nilai manfaat mencapai Rp49,3 miliar.
Manfaat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal
- BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi pekerja informal dari risiko kecelakaan kerja.
- BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan perlindungan bagi pekerja informal dari risiko tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan terus menambah jumlah pekerja yang mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai kemampuan keuangan daerah. Upaya tersebut akan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.
Bagaimana Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat Membantu Pekerja Informal?
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu pekerja informal dari risiko kecelakaan kerja.
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga dapat membantu pekerja informal dari risiko tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan.
| Tabel 1: Manfaat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal | |
|---|---|
| Perlindungan dari risiko kecelakaan kerja | Perlindungan dari risiko tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan |
Kesimpulan
Pemprov Jabar telah berkomitmen untuk memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal. Perlindungan ini dapat membantu pekerja informal dari risiko kecelakaan kerja dan risiko tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan.



