Indo News Room – 07 Juni 2026 | Sekitar 3.100 kontainer menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menyebabkan gangguan arus logistik nasional dan memicu keluhan dari pelaku usaha. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penumpukan kontainer terjadi akibat meningkatnya volume impor dalam beberapa bulan terakhir.
Penumpukan Kontainer dan Gangguan Arus Logistik
Penumpukan kontainer sebanyak 3.100 telah memicu gangguan arus logistik nasional dan memperburuk kondisi pelabuhan. Purbaya mengatakan bahwa sebagian besar importir telah mengeluh tentang gangguan pasokan bahan baku dan peningkatan waktu tinggal (dwelling time) di pelabuhan.
Faktor Penyebab Penumpukan Kontainer
Purbaya menemukan bahwa penumpukan kontainer disebabkan oleh meningkatnya volume impor dalam beberapa bulan terakhir. Namun, ia juga menemukan bahwa banyaknya barang impor yang telah menyelesaikan proses administrasi tetapi tidak segera diambil oleh pemilik barang.
Kebijakan Baru untuk Mengatasi Penumpukan Kontainer
Purbaya mengatakan bahwa Kemenkeu akan memperkuat layanan kepabeanan untuk mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan. Ia juga akan menambahkan personel Bea Cukai agar pelayanan dapat berlangsung penuh selama 24 jam hingga kondisi kembali normal.
Tabel Komparasi Data
| Kondisi | Jumlah Kontainer | Tanggal |
|---|---|---|
| Penumpukan kontainer | 3.100 | 6 Juni 2026 |
| Gangguan arus logistik | Ya | Saat ini |
| Penambahan personel Bea Cukai | Ya | Segera |
Bulleted List Kebijakan Baru
- Menguatkan layanan kepabeanan
- Menggunakan personel Bea Cukai selama 24 jam
- Mengatur regulasi baru untuk mengatasi penumpukan kontainer
Ringkasan
Penumpukan kontainer sebanyak 3.100 di Pelabuhan Tanjung Priok telah memicu gangguan arus logistik nasional. Purbaya mengatakan bahwa Kemenkeu akan menguatkan layanan kepabeanan dan menambahkan personel Bea Cukai untuk mengatasi kondisi tersebut.



