Indo News Room – 15 Juli 2026 | Berenang di antara dua perusahaan energi terbesar di Asia, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corporation (EDC), perusahaan panas bumi Filipina yang sahamnya dikuasai First Gen Corp. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Barito untuk memperluas bisnis energi bersihnya ke pasar Filipina.
Nilainya berpotensi menjadikannya salah satu kesepakatan energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus salah satu transaksi pengambilalihan perusahaan (takeover) terbesar sepanjang sejarah Filipina.
Profil Perusahaan
Barito Renewables merupakan bagian dari Barito Pacific Group, konglomerasi asal Indonesia. Portofolio asetnya mencakup pembangkit listrik panas bumi dan tenaga angin yang dikelola oleh sejumlah anak perusahaan.
EDC sendiri memiliki sejumlah investor besar di belakangnya, termasuk Macquarie Asset Management dan lembaga investasi milik pemerintah Singapura, GIC Pte. EDC sendiri sempat menarik diri secara sukarela (delisting) dari Bursa Efek Filipina pada 2018.
Tawaran BREN untuk EDC
Tawaran yang diajukan Barito bersifat tidak diminta (unsolicited), indikatif, dan tidak mengikat (non-binding). Tawaran tersebut memberikan nilai ekuitas EDC sekitar USD 5 miliar.
First Gen menegaskan, proses akuisisi ini masih harus melalui tahap uji tuntas (due diligence), penyusunan dokumen transaksi, serta memperoleh berbagai persetujuan yang diperlukan sebelum bisa berlanjut.
Perspektif Pasar
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham First Gen di Bursa Manila sempat melonjak hingga 33% secara intraday, kenaikan harian terbesar sejak perusahaan ini melantai di bursa (IPO) pada 2006, sebelum akhirnya ditutup naik 18%.
| Komparasi Saham | BREN | First Gen |
|---|---|---|
| Tahun (2026) | 4,1% | 33% |
| Kapitalisasi Pasar USD (miliar) | 26 | 1,2 |
Kesimpulan
Tawaran BREN untuk mengakuisisi EDC merupakan langkah strategis untuk memperluas bisnis energi bersih Barito ke pasar Filipina. Nilainya berpotensi menjadikannya salah satu kesepakatan energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.



