Indo News Room – 21 April 2026 | V BTS Jujutsu Kaisen menjadi sorotan utama setelah V (Kim Taehyung) menirukan pose “Domain Expansion” Satoru Gojo di atas panggung konser BTS World Tour “Arirang” yang digelar di Tokyo Dome pada 17 April 2026. Momen tersebut langsung memicu gelombang reaksi dari jutaan ARMY dan penggemar anime di seluruh dunia.
Konser Arirang di Tokyo Dome: Latar Belakang
Tur dunia keempat BTS, yang diberi nama resmi BTS WORLD TOUR “ARIRANG”, dimulai pada awal April 2026 dengan serangkaian pertunjukan di Asia, Eropa, dan Amerika. Konser di Tokyo Dome menjadi puncak Asia karena kapasitas venue yang mencapai 55.000 penonton per malam, dan tiket terjual habis dalam hitungan menit, menyerap total 110.000 penonton selama dua malam. Acara tersebut disiarkan secara live viewing ke bioskop-bioskop internasional, menambah jangkauan penonton menjadi lebih dari 2 juta mata.
Pose “Domain Expansion”: Dari Anime ke Panggung K‑Pop
Asal‑usul Gerakan
Pose yang dipertunjukkan V merupakan gerakan khas Satoru Gojo, karakter utama dalam serial anime populer Jujutsu Kaisen. Gerakan tersebut melibatkan jari telunjuk dan jari tengah yang saling bersilangan, sementara tangan lainnya terbuka, menandakan aktivasi “Domain Expansion”—sebuah teknik magis yang memungkinkan pengguna mengendalikan ruang di sekitarnya. V menirukan pose tersebut tepat sebelum membuka setlist pertama, menambah dramatisasi visual pada pertunjukan.
Reaksi Penggemar
Setelah penampilan selesai, hashtag #VGojo dan #VJujutsuKaisen langsung melesat di Twitter, Instagram, dan TikTok. Lebih dari 1,2 juta postingan muncul dalam 24 jam, dengan mayoritas menampilkan screenshot V dalam pose, editan fanart, serta meme yang menggabungkan elemen BTS dan Jujutsu Kaisen. Juga tercatat peningkatan signifikan pada pencarian Google untuk kata kunci “V BTS Jujutsu Kaisen” yang melonjak 340% dibandingkan hari sebelumnya.
Budaya Crossover: K‑Pop dan Anime Menyatu
Kolaborasi tidak resmi antara K‑pop dan anime semakin menjadi tren global. BTS sendiri pernah menampilkan visual yang terinspirasi dari anime dalam video musik “Dynamite” dan “Butter”. Namun, aksi V ini merupakan contoh pertama dimana seorang anggota secara langsung mengadopsi pose ikonik dari anime di atas panggung utama, menjembatani dua fandom besar.
- ARMY menyambut dengan antusias, menilai aksi tersebut memperkuat citra V yang eksentrik dan kreatif.
- Penggemar Jujutsu Kaisen menganggapnya sebagai penghormatan tulus, bahkan ada yang mengusulkan kolaborasi resmi antara BTS dan MAPPA, studio produksi anime.
- Media Korea dan Jepang menilai momen ini sebagai bukti kekuatan soft power budaya pop Asia.
Data Penjualan Tiket dan Penonton Live Viewing
| Parameter | Konser Tokyo Dome | Rata‑Rata Konser K‑Pop Internasional |
|---|---|---|
| Kapasitas | 55.000 (per malam) | 30.000 – 45.000 |
| Penjualan Tiket | 110.000 (habis) | 70.000 – 90.000 |
| Live Viewing | 2,1 juta penonton | 1,3 juta – 1,8 juta |
| Engagement Sosial Media (24h) | 1,2 juta posting | 400 ribu – 800 ribu |
Dampak terhadap Brand BTS dan Strategi Pemasaran
Keberhasilan pose V membuka peluang baru dalam strategi pemasaran BTS. Perusahaan manajemen Big Hit Music (sekarang HYBE) dikabarkan tengah merencanakan merchandise bertema “Gojo V” yang meliputi kaos, poster, dan aksesori resmi. Selain itu, kolaborasi iklan dengan platform streaming anime diprediksi akan meningkatkan penetrasi pasar Jepang dan Korea Selatan.
Lihat liputan lengkap BTS World Tour di artikel sebelumnya. Baca juga ulasan detail tentang tren anime di dunia K‑pop di postingan lain.
FAQ
- Apakah pose tersebut direncanakan sebelumnya? Menurut tim panggung BTS, V mengusulkan pose tersebut sebagai improvisasi kreatif menit sebelum pertunjukan.
- Bagaimana reaksi resmi BTS? Pada konferensi pers berikutnya, anggota lain menyatakan dukungan penuh dan memuji kreativitas V.
- Apakah ada merchandise resmi? HYBE telah mengumumkan pre‑order kaos limited edition dengan desain “Domain Expansion”.
- Apakah ini menandakan kolaborasi resmi dengan Jujutsu Kaisen? Hingga kini belum ada konfirmasi resmi, namun spekulasi terus beredar di kalangan penggemar.
Dengan menggabungkan elemen budaya pop yang berbeda, V BTS berhasil menciptakan momen yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperluas cakupan audiens global. Keberhasilan ini menegaskan posisi BTS sebagai pionir inovasi dalam industri musik dan hiburan.



