Indo News Room – 23 April 2026 | Wamenkes Klaim Industri Siap Ikuti Aturan Label Nutri Level: Mereka Happy, mengindikasikan langkah penting pemerintah dalam mempermudah konsumen menilai nilai gizi produk minuman siap saji. Dari awal regulasi, pelaku industri dilibatkan, sehingga harapan kepatuhan menjadi realistis.
Apa Itu Label Nutri Level?
Label Nutri Level adalah skema visual yang menampilkan tingkat gula, garam, dan lemak dalam tiga kategori mudah dipahami: rendah, sedang, atau tinggi. Tujuannya agar pembeli tidak harus menelusuri tabel nutrisi yang rumit, melainkan langsung melihat ikon warna yang menggambarkan kualitas gizi.
Bagaimana Proses Kolaborasi antara Kemenkes dan Industri?
Pembentukan aturan melibatkan pertemuan rutin antara Kementerian Kesehatan dan perwakilan produsen minuman siap saji, termasuk perusahaan multinasional. Diskusi dua tahun terakhir menghasilkan konsensus bahwa label bersifat imbauan, bukan mandat, sehingga industri merasa “happy-happy” dengan penerapannya.
Langkah-Langkah Implementasi oleh Industri
- Analisis kandungan gula, garam, dan lemak pada setiap produk.
- Penentuan kategori Nutri Level sesuai standar Kemenkes.
- Desain kemasan dengan ikon warna (hijau, kuning, merah).
- Uji coba pasar dan pengumpulan feedback konsumen.
- Penerapan secara bertahap pada semua varian produk.
Manfaat bagi Konsumen dan Kesehatan Publik
Dengan label yang intuitif, konsumen dapat membuat pilihan lebih cepat, mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Data awal di negara lain menunjukkan penurunan konsumsi gula hingga 12% setelah label diterapkan.
Contoh Implementasi di Negara Lain
Beberapa negara multinasional sudah mengadopsi sistem serupa, misalnya Inggris dengan traffic‑light label dan Chili dengan skema warna. Hasilnya menunjukkan peningkatan kepatuhan produsen dan penurunan kadar gula rata‑rata pada produk yang paling laku.
| Nutrien | Rendah (Hijau) | Sedang (Kuning) | Tinggi (Merah) |
|---|---|---|---|
| Gula (per 100 ml) | ≤ 2,5 g | 2,6‑5,0 g | > 5,0 g |
| Garam (per 100 ml) | ≤ 0,1 g | 0,11‑0,3 g | > 0,3 g |
| Lemak (per 100 ml) | ≤ 1,0 g | 1,1‑3,0 g | > 3,0 g |
Secara bertahap, label Nutri Level akan diterapkan pada semua produk minuman siap saji yang dijual eceran. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan pada angka prevalensi diabetes dan hipertensi dalam lima tahun ke depan.
Apa yang Membuat Industri “Happy”?
Industri melihat label ini sebagai peluang edukasi pasar sekaligus diferensiasi produk. Dengan menampilkan label yang jelas, mereka dapat menonjolkan varian rendah gula atau rendah garam sebagai nilai jual utama.
Bagaimana Konsumen Dapat Membaca Label Nutri Level?
Ikon warna terletak di pojok kanan depan kemasan. Hijau berarti nilai nutrisi berada dalam batas aman, kuning menandakan peringatan sedang, dan merah mengindikasikan kadar tinggi yang perlu diwaspadai.
Apakah Label Nutri Level Bersifat Wajib?
Saat ini bersifat imbauan. Namun, dengan dukungan luas dari industri, penerapan secara sukarela diharapkan menjadi standar de‑facto di pasar Indonesia.
FAQ
Apa tujuan utama dari Label Nutri Level?
Memberikan informasi gizi yang cepat dipahami sehingga konsumen dapat memilih produk lebih sehat tanpa harus membaca tabel nutrisi lengkap.
Apakah semua produk minuman siap saji harus memakai label ini?
Saat ini bersifat sukarela, tetapi Kemenkes mendorong adopsi luas dan dapat menjadi persyaratan di masa mendatang.
Bagaimana cara industri menentukan kategori Nutri Level?
Mengacu pada batas maksimum yang ditetapkan Kemenkes untuk gula, garam, dan lemak per 100 ml, kemudian menempatkan produk pada skala hijau, kuning, atau merah.
Apakah label ini sudah dipakai di negara lain?
Ya, Inggris, Chili, dan beberapa negara Eropa telah mengimplementasikan sistem serupa dengan hasil penurunan konsumsi gula yang signifikan.



