Indo News Room – 25 April 2026 | Warga melaporkan bahwa akses menuju lantai 4 kos Benhil di Jakarta Pusat, tempat dua ART terjun, dipenuhi kerangkeng besi dan pintu yang digembok, menimbulkan kekhawatiran keselamatan.
Bagaimana Kerangkeng Membatasi Akses Darurat?
Kerangkeng besi berfungsi sebagai penghalang fisik yang sulit dibuka tanpa peralatan khusus. Pada situasi kebakaran atau evakuasi, hambatan ini dapat memperlambat proses penyelamatan.
Elemen Penghalang Utama
- Kerangkeng besi berukuran standar (40 cm × 40 cm)
- Pintu utama lantai 4 yang terkunci dengan gembok padat
- Kurangnya signage darurat yang jelas
Perbandingan Tindakan Keamanan di Kos Serupa
| Fasilitas | Kerangkeng | Pintu Gembok | Exit Sign |
|---|---|---|---|
| Kos Benhil | Ya | Ya | Tidak |
| Kos A (Sukabumi) | Tidak | Ya | Ya |
| Kos B (Menteng) | Ya | Tidak | Ya |
Langkah Praktis yang Bisa Diambil Penghuni
- Koordinasikan dengan pemilik untuk memasang pintu darurat yang mudah dibuka.
- Laporkan kondisi kerangkeng ke otoritas lingkungan atau Dinas Perumahan.
- Siapkan rencana evakuasi bersama tetangga dan buat jalur alternatif.
Penanganan cepat dan transparansi pihak manajemen kos sangat penting untuk memulihkan rasa aman. Penghuni dapat menuntut audit keselamatan yang melibatkan ahli struktural.
Pertanyaan Umum
Apa yang menyebabkan kerangkeng dipasang di lantai 4 kos?
Biasanya untuk mencegah akses tidak sah, namun tanpa alternatif darurat justru meningkatkan risiko.
Bagaimana cara membuka pintu yang digembok secara aman?
Gunakan kunci master yang disediakan pemilik atau hubungi layanan kunci profesional.
Apakah ada regulasi pemerintah tentang keamanan kos?
Ya, Peraturan Menteri Perumahan mengharuskan setiap bangunan hunian menyediakan jalur evakuasi dan tanda exit.
Siapa yang bertanggung jawab bila terjadi kecelakaan?
Pemilik atau pengelola kos bertanggung jawab bila tidak memenuhi standar keselamatan yang berlaku.



