HomePolitikSultan Soal Lurah Concat Tersangka di Kejati Polda Saya yang Ajukan Diproses:...

Sultan Soal Lurah Concat Tersangka di Kejati Polda Saya yang Ajukan Diproses: Penyalahgunaan Tanah Kas Desa yang Merugikan Desa

Date:

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mengambil langkah tegas dalam menangani penyalahgunaan tanah kas desa di Kalurahan Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman. Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati DIY dan Polda DIY.

Sultan mengatakan bahwa dirinya sendiri yang mengajukan permohonan agar Reno diproses hukum. ‘Ya sudah, wong saya yang mengajukan permohonan untuk berproses kok. Harus selesaikan hukum gitu aja,’ kata Sultan.

Penyalahgunaan Tanah Kas Desa

Reno ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyalahgunaan tanah kas desa yang berstatus tanah Sultan Ground seluas 1.980 meter persegi. Ia menyewakan tanah tersebut kepada 17 orang penyewa untuk hunian tanpa izin dari Gubernur DIY.

Penyalahgunaan tanah kas desa ini telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4.224.342.510. Sementara itu, Reno telah menerima uang Rp 1,3 miliar dari ke-17 penyewa.

Tindakan Sultan

Sultan berharap agar lurah-lurah lainnya tidak melakukan hal serupa. ‘Ya saya, harapan saya (begitu). Tapi kan saya ndak bisa mengatakan itu kalau dia punya kepentingan. Iya kan? Pokoknya akan saya tindak gitu, kalau menyalahi aturan, gitu aja,’ ujarnya.

FAQ

  1. Siapa Lurah Condongcatur yang Ditetapkan sebagai Tersangka?

    Reno Candra Sangaji.

  2. Apakah Sultan Mengajukan Permohonan agar Reno Diproses Hukum?

    Ya, Sultan mengajukan permohonan agar Reno diproses hukum.

  3. Bagaimana Penyalahgunaan Tanah Kas Desa ini?

    Reno menyewakan tanah kas desa kepada 17 orang penyewa untuk hunian tanpa izin dari Gubernur DIY.

Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

MIND ID Perkuat Dekarbonisasi Dengan Teknologi Canggih

Indo News Room – 02 Juli 2026 | MIND...

Mengapa Dirut PT Pos Daud Joseph Mengundurkan Diri Setelah 3 Bulan?

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Baru...

Tabungan Hari Tua Tersangkut di DSI: Korban Jual Aset untuk Bertahan

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Tabungan...

Kospi Korea Anjlok 8%: Apa yang Terjadi dengan Saham Teknologi?

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Kospi...