Indo News Room – 28 Juni 2026 | Puncak gumoh terjadi di usia 2-5 bulan, dan ini perlu diketahui orang tua. Gumoh pada bayi merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan dalam banyak kasus masih termasuk proses tumbuh kembang yang normal. Menurut dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp.G.H(K), sekitar 40 persen bayi akan mengalami gumoh pada usia 2–5 bulan.
Apa itu Gumoh?
Gumoh atau refluks fisiologis memiliki perjalanan alamiah yang berbeda dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Tubuh bayi memiliki mekanisme perlindungan alami yang menjaga kerongkongan dari kerusakan.
Kenapa Bayi yang Sering Gumoh Tidak Selalu Mengalami GERD?
Ketika isi lambung naik ke kerongkongan, asam lambung akan dinetralkan oleh air liur, lapisan mukosa, dan lendir (mukus) yang melapisi kerongkongan. Gerakan peristaltik kerongkongan juga akan membantu mendorong isi lambung agar segera kembali ke lambung sehingga paparan asam tidak berlangsung lama.
| Usia Bayi | Frekuensi Gumoh |
|---|---|
| 2-5 bulan | 40% |
| 12 bulan | <5% |
Jika gumoh terus berlanjut hingga melewati usia yang seharusnya atau disertai keluhan lain yang mengarah pada GERD, bayi sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Kesimpulan
Puncak gumoh terjadi di usia 2-5 bulan, dan orang tua perlu memahami bahwa gumoh pada bayi merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun, jika gumoh berlanjut atau disertai keluhan lain, segera konsultasikan dengan dokter.
FAQ
- Apa yang menyebabkan gumoh pada bayi? Gumoh pada bayi disebabkan oleh mekanisme perlindungan alami yang menjaga kerongkongan dari kerusakan.
- Apakah gumoh pada bayi sama dengan GERD? Tidak, gumoh pada bayi berbeda dengan GERD.
- Kapan gumoh pada bayi biasanya berhenti? Gumoh pada bayi biasanya berhenti sekitar usia 12 bulan.



