HomeEkonomi GlobalOjol Bisa Akses Rumah Subsidi, KEK Diminati Investor

Ojol Bisa Akses Rumah Subsidi, KEK Diminati Investor

Date:

Indo News Room – 04 Juli 2026 | Populer Ojol Bisa Akses Rumah Subsidi KEK Diminati Investor menjadi topik hangat belakangan ini. Pengemudi ojek online (ojol) kini memiliki akses lebih luas terhadap program rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan uang muka 0 persen.

Program Rumah Subsidi untuk Ojol

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara BP Tapera dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), yang bertujuan memperluas kepemilikan rumah pertama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Persyaratan yang akan diverifikasi meliputi usia 21-45 tahun, tingkat penyelesaian perjalanan (trip), jam aktif, serta kriteria MBR dan belum pernah memiliki rumah.

Baca juga:

Data Penyaluran FLPP

Hingga 2 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,60 triliun. Data ini menunjukkan bahwa kelompok pekerja swasta mendominasi dengan 61.126 unit (65,49 persen), diikuti wiraswasta 15.890 unit (17,02 persen), Pegawai Negeri Sipil (PNS) 7.643 unit (8,19 persen), dan TNI/Polri 1.394 unit (1,49 persen).

KEK Diminati Investor

Daya tarik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia semakin menguat, terbukti dari tingginya minat investor, termasuk dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat. Kondisi ini menyebabkan sejumlah pengelola KEK mengajukan perluasan lahan, seringkali mencapai dua kali lipat dari ukuran semula, karena kapasitas kawasan yang ada telah terisi penuh.

Baca juga:
KEK Kapasitas Penambahan Lahan
KEK Kendal 1.000 hektare 1.000 hektare
KEK Gresik
KEK Galang Batang 2.700 hektare

Pemerintah juga agresif mendorong pengembangan KEK yang berfokus pada industri data center, seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).

Investasi di Sektor Data Center

  • KEK Nongsa Digital Park di Batam telah menjadi rumah bagi lebih dari 10 perusahaan data center berskala global.
  • Kapasitas pusat data nasional saat ini sekitar 600 megawatt.
  • Rencana investasi besar seperti dari grup DAMAC asal UEA yang mencapai 1,2 hingga 1,3 gigawatt mengindikasikan potensi pertumbuhan signifikan bernilai miliaran dolar AS.

Dengan demikian, program rumah subsidi untuk ojol dan minat investor terhadap KEK menunjukkan potensi besar untuk pengembangan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia.

Baca juga:
Ragnhild Izahti
Ragnhild Izahti
Kau ingat dulu, Ragnhild Izahti selalu muncul di kantong kopi para wartawan di Semarang, mengawasi tiap detik berita sambil mengutak‑atik gadget terbaru; sejak 2019, ia berubah jadi mata tajam lapangan senior yang tak pernah lepas dari jejak tinta dan kode. Kini, tiap cerita yang ia rangkai terasa seperti reuni lama—hangat, penuh detail, dan selalu diselingi bisikan teknologi yang membuat semua orang ingin tahu apa yang selanjutnya ia temukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related