Indo News Room – 22 Mei 2026 | Armuzna merupakan fase paling krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji, karena jutaan jemaah dari berbagai negara akan berkumpul di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.
Jadwal Diatur Ketat untuk Mencegah Penumpukan
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf, menyatakan bahwa persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fokus utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Skema Layanan untuk Mendukung Kelancaran Mobilitas Jemaah
Kemenhaj juga menyiapkan sejumlah skema layanan untuk mendukung kelancaran mobilitas jemaah, termasuk skema tanazul dan murur.
Berikut adalah jadwal pergerakan jemaah haji yang telah diatur ketat oleh PPIH Arab Saudi:
- 8 Dzulhijjah 1447 H (Senin, 25 Mei 2026): Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah.
- 9 Dzulhijjah (Selasa, 26 Mei 2026): Jemaah haji akan menjalani wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari.
Kemenhaj juga meminta jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang puncak ibadah haji.
Perhatian Khusus pada Persiapan Konsumsi
Distribusi makanan saat fase Armuzna cukup menantang lantaran banyak akses jalan ditutup dan mobilitas kendaraan terbatas.
Oleh karena itu, Kemenhaj akan memaksimalkan distribusi makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) bagi jemaah haji.
Tips untuk Jemaah Haji
- Persiapkan kondisi fisik dan mental Anda menjelang puncak ibadah haji.
- Mengikuti jadwal pergerakan jemaah yang telah diatur ketat oleh PPIH Arab Saudi.
- Menggunakan skema layanan yang disediakan oleh Kemenhaj, seperti skema tanazul dan murur.
Artikel ini membahas tentang Menhaj: Armuzna Paling Krusial dalam Ibadah Haji, Jadwal Diatur Ketat untuk Mencegah Penumpukan. Kemenhaj telah menyusun jadwal pergerakan jemaah yang ketat untuk menghindari penumpukan di hotel maupun selama perjalanan menuju Armuzna.



