Indo News Room – 25 April 2026 | Serangan Israel di Gaza menewaskan 10 orang, termasuk 2 polisi, memicu keprihatinan global dan menambah ketegangan di wilayah yang masih dilanda gencatan senjata. Insiden ini terjadi pada Jumat (24/4) di beberapa titik, menyoroti eskalasi kekerasan meski perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Rincian Kronologis Serangan
Pada Jumat, serangan udara menargetkan daerah perkotaan di Kota Gaza, sementara tank menembak di Beit Lahiya, dan serangan artileri mengganggu area dekat gedung pernikahan di Khan Younis. Militer Israel menyatakan tujuan utama adalah militan Hamas, namun korban termasuk aparat kepolisian menunjukkan kompleksitas situasi.
Kota Gaza
Tiga korban tewas, dua di antaranya adalah polisi yang sedang mengamankan zona rawan tembak.
Beit Lahiya (Gaza Utara)
Dua warga tewas akibat tembakan tank yang melintasi jalan utama.
Khan Younis (Gaza Selatan)
Lima korban, termasuk satu anggota kepolisian, meninggal ketika serangan mengenai kendaraan polisi dan area pernikahan.
Daftar Korban dan Lokasi
| Lokasi | Jumlah Korban | Keterangan |
|---|---|---|
| Kota Gaza | 3 | 2 polisi, 1 warga sipil |
| Beit Lahiya | 2 | Warga sipil, tembakan tank |
| Khan Younis | 5 | 1 polisi, 4 warga sipil, dekat gedung pernikahan |
Dampak Politik dan Kemanusiaan
Penembakan ini memperburuk hubungan antara otoritas Hamas dan pasukan keamanan Israel, sekaligus menambah tekanan pada proses mediasi internasional. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan total lebih dari 72.000 warga tewas sejak Oktober 2023, sebagian besar sipil.
- Penargetan polisi menandakan strategi Israel untuk melemahkan struktur keamanan Hamas.
- Gencatan senjata yang diberlakukan pada Oktober 2025 belum menghentikan serangan sporadis.
- Komunitas internasional menuntut investigasi independen atas pelanggaran hukum humaniter.
Analisis Lanjutan
Data yang tersedia menunjukkan pola serangan terkoordinasi, dengan fokus pada titik-titik strategis yang dapat mengganggu mobilitas pasukan Hamas. Meskipun Israel menegaskan target militan, korban sipil dan aparat kepolisian meningkatkan risiko eskalasi lebih luas.
Pertanyaan Umum
Apa penyebab utama serangan Israel di Gaza pada 24 April 2026?
Militer Israel mengklaim target utama adalah militan Hamas yang beroperasi di wilayah perkotaan, namun serangan juga menimpa infrastruktur kepolisian.
Berapa total korban jiwa sejak dimulainya gencatan senjata Oktober 2025?
Apakah ada respons resmi dari komunitas internasional?
Berbagai negara dan organisasi PBB menyerukan penyelidikan independen dan menegaskan pentingnya menghormati hukum humaniter internasional.
Bagaimana situasi keamanan bagi polisi Gaza setelah serangan ini?
Polisi yang dikelola Hamas menjadi target utama, menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan mereka menjaga ketertiban dan melanjutkan layanan publik.



