Indo News Room – 14 Agustus 2026 | Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (MendesPDT), Yandri Susanto melaporkan 73 akun media sosial terkait penyebaran hoaks ke Bareskrim Polri. Dalam upaya melawan hoaks, Yandri Susanto memilih untuk melaporkan akun-akun tersebut ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan dalam menghentikan penyebaran informasi palsu.
Penyebaran Hoaks dan Dampaknya
Hoaks dapat menyebabkan kerusakan besar pada masyarakat, terutama jika informasi palsu tersebut menyebar luas dan dipercaya oleh banyak orang. Oleh karena itu, peran aktif dari masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menghentikan penyebaran hoaks.
Apa itu Hoaks?
Hoaks adalah informasi palsu yang disebarkan dengan tujuan untuk menipu atau memanipulasi opini masyarakat. Hoaks dapat berupa berita palsu, foto atau video yang diedit, atau pernyataan yang tidak benar.
| Jenis Hoaks | Contoh |
|---|---|
| Berita Palsu | Berita tentang kejadian yang tidak pernah terjadi |
| Foto atau Video yang Diedit | Foto atau video yang diedit untuk menyesatkan |
Yandri Susanto berharap dengan melaporkan akun-akun media sosial tersebut, dapat membantu menghentikan penyebaran hoaks dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Cara Mengenali Hoaks
- Periksa sumber informasi
- Verifikasi informasi melalui sumber resmi
- Jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya hoaks, diharapkan penyebaran informasi palsu dapat diminimalkan dan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.



