HomeBeritaKTT ASEAN 48: Kesepakatan Minyak dan Cadangan Beras

KTT ASEAN 48: Kesepakatan Minyak dan Cadangan Beras

Date:

Indo News Room – 09 Mei 2026 | KTT ke-48 ASEAN di Cebu telah menghasilkan dua kesepakatan penting, yaitu APSA (ketahanan energi) dan APTERR (cadangan beras darurat bersama Tiongkok, Jepang, Korsel). Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dan keselamatan energi di kawasan ASEAN.

APSA: Ketahanan Energi ASEAN

APSA adalah singkatan dari ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama energi di kawasan ASEAN dan meningkatkan ketahanan energi. APSA mencakup beberapa bidang, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengembangan infrastruktur energi.

Baca juga:

Rincian APSA

  • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan
  • Meningkatkan efisiensi energi
  • Mengembangkan infrastruktur energi

APTERR: Cadangan Beras Darurat ASEAN

APTERR adalah singkatan dari ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di kawasan ASEAN dengan menyediakan cadangan beras darurat. APTERR mencakup beberapa negara, seperti Tiongkok, Jepang, Korsel, dan negara-negara ASEAN.

Rincian APTERR

Negara Cadangan Beras
Tiongkok 100.000 ton
Jepang 50.000 ton
Korsel 30.000 ton

Kesimpulan dari KTT ke-48 ASEAN adalah bahwa kerjasama dan keselamatan energi di kawasan ASEAN sangat penting. Dengan kesepakatan APSA dan APTERR, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN.

FAQ

Apa itu APSA?

Baca juga:

APSA adalah singkatan dari ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation.

Apa itu APTERR?

APTERR adalah singkatan dari ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve.

Baca juga:

Apa tujuan dari KTT ke-48 ASEAN?

Tujuan dari KTT ke-48 ASEAN adalah untuk meningkatkan kerjasama dan keselamatan energi di kawasan ASEAN.

Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jadwal Siaran Langsung Moto3 Prancis 2026 & Jam Main Veda Ega

Indo News Room – 09 Mei 2026 | Jadwal...

Ammar Zoni dkk: Mengapa Kembali Ditahan di Nusakambangan?

Indo News Room – 09 Mei 2026 | Ammar...

Harga Emas Antam Turun Tipis, Buyback Stabil: Apa yang Terjadi?

Indo News Room – 09 Mei 2026 | Harga...