Indo News Room – 03 Juli 2026 | Komisi II DPR akan melakukan safari ke sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta partai politik nonparlemen untuk menyerap aspirasi dalam pembahasan RUU Pemilu.
Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, pihaknya bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah menyepakati untuk terus mempertajam daftar inventarisasi masalah (DIM) sebagai dasar penyusunan RUU Pemilu.
Pembahasan RUU Pemilu
Komisi II berharap dapat menghimpun berbagai pandangan mengenai arah pembenahan sistem pemilu dan demokrasi nasional yang nantinya menjadi bahan dalam penyusunan RUU Pemilu.
Organisasi yang akan dikunjungi
- Nahdlatul Ulama (NU)
- Muhammadiyah
- Walubi
- Organisasi-organisasi keagamaan Kristen
Komisi II berencana untuk mengunjungi langsung organisasi-organisasi tersebut untuk menyerap aspirasi dan melihat bagaimana ekspektasi serta konsep yang diberikan oleh partai-partai nonparlemen dan organisasi-organisasi tersebut terkait dengan blueprint kepemiluan dan demokrasi kita.
Penyusunan RUU Pemilu
Komisi II akan menggunakan hasil kegiatan tersebut sebagai dasar penyusunan RUU Pemilu. Mereka berharap dapat menghasilkan RUU Pemilu yang baik dan tepat untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.
Tabel Komparasi Data
| No | Nama Organisasi | Keterlibatan |
|---|---|---|
| 1 | Nahdlatul Ulama (NU) | Bertindak sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan |
| 2 | Muhammadiyah | Bertindak sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan |
| 3 | Walubi | Bertindak sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan |
| 4 | Organisasi-organisasi keagamaan Kristen | Bertindak sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan |
Komisi II berharap dapat menghimpun berbagai pandangan mengenai arah pembenahan sistem pemilu dan demokrasi nasional yang nantinya menjadi bahan dalam penyusunan RUU Pemilu.



