HomePolitikIstana Nanik Jadi Dewas Atas Permintaan Presiden: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Istana Nanik Jadi Dewas Atas Permintaan Presiden: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Date:

Indo News Room – 23 Juli 2026 | Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita dengan nama Nanik Sudaryati Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Terakhir, ia mengundurkan diri dari jabatannya karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Namun, hal itu tidak berarti ia telah benar-benar meninggalkan dunia politik.

Struktur Posisi Dewan Pengawas

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional hanya mengatur struktur pimpinan yakni Dewan Pengarah, kepala, dan wakil kepala. Namun, pemerintah akan terlebih dahulu menelaah ketentuan yang berlaku untuk posisi Dewan Pengawas.

Baca juga:

"Nanti kita lihat ya. Kan sebenarnya maknanya bisa jadi kan sama ya. Dewan Pengarah maupun Dewan Pengawas dalam hal menjalankan tugasnya ya. Maksud kami mungkin kita tidak terjebak ke dalam istilah mana yang pengarah atau pengawas. Yang penting nanti fungsinya," jelas Pras.

Baca juga:

Tabel Perbandingan Struktur Posisi

Posisi Perpres Nomor 83 Tahun 2024 Posisi Dewan Pengawas
Dewan Pengarah Mengatur struktur pimpinan Yang penting fungsinya
Kepala Posisi kepala BGN Posisi kepala BGN
Wakil Kepala Posisi wakil kepala BGN Posisi wakil kepala BGN

Bulleted List Pertanyaan dan Jawaban

  • Siapa Nanik Sudaryati Deyang?
  • Mengapa Presiden meminta Nanik untuk tetap membantu BGN?
  • Apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap struktur posisi Dewan Pengawas?

Kesimpulan: Peristiwa ini menunjukkan bahwa Nanik Sudaryati Deyang masih memiliki peran penting dalam dunia politik. Pemerintah akan terlebih dahulu menelaah ketentuan yang berlaku untuk posisi Dewan Pengawas.

Baca juga:
Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perang Buat Investor Pusing: PFII Siap Tampung Duit

Indo News Room – 23 Juli 2026 | Perang...

Soal RUU Pemilu Perludem: Wanti-wanti Ambang Batas Parlemen Naik

Indo News Room – 23 Juli 2026 | Soal...

Anggota Polres Way Kanan Ungkap Kunci Jawaban Peras Pengecer BBM Rp50 Juta

Indo News Room – 23 Juli 2026 | Anggota...