Indo News Room – 11 Juni 2026 | Pemerintah telah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dengan DPR. Tujuan utama adalah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%.
Mengapa 6,5%? Ini merupakan target yang realistis dan dapat dicapai dengan kebijakan fiskal yang tepat. Pemerintah juga menetapkan target inflasi sebesar 1,5% hingga 3,5%. Defisit anggaran ditargetkan berada di kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Target Pembangunan Lainnya
Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6% hingga 6,5%. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada pada kisaran 4,3% hingga 4,87%. Pemerintah juga menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2027.
Kemiskinan Ekstrem dan Rasio Gini
Pemerintah menetapkan asumsi suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di level 6,5% hingga 7,3%. Selain itu, rasio gini ditetapkan pada rentang 0,362 hingga 0,367 sebagai indikator pemerataan pendapatan.
Indeks Modal Manusia dan Kesejahteraan Petani
Pemerintah juga menargetkan indeks modal manusia mencapai 0,575 dan indeks kesejahteraan petani sebesar 0,803. Pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita berada di kisaran US$ 5.800 hingga US$ 5.840.
Mengapa target-target ini penting? Mereka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
FAQ
Apakah KEM-PPKF 2027 benar-benar dapat mencapai target ekonomi 6,5%?
Ya, pemerintah percaya bahwa target ekonomi 6,5% dapat dicapai dengan kebijakan fiskal yang tepat dan strategis.
Bagaimana target-target pembangunan lainnya?
Pemerintah menetapkan target kemiskinan turun menjadi 6% hingga 6,5%, tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada pada kisaran 4,3% hingga 4,87%, dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2027.
Apakah rasio gini dan indeks modal manusia penting?
Ya, mereka menjadi indikator pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.



