HomePolitikDituduh Ancam Bunuh Pengusaha Karaoke Kadis Perdagangan Semarang: Apa yang Terjadi?

Dituduh Ancam Bunuh Pengusaha Karaoke Kadis Perdagangan Semarang: Apa yang Terjadi?

Date:

Indo News Room – 18 Juni 2026 | Pengusaha karaoke di Pasar Dargo Semarang, Sumardiono Edi, melaporkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, ke Polrestabes Semarang atas dugaan ancaman membunuh. Apa yang terjadi? Mari kita simak.

Latar Belakang

Proyek rehabilitasi Pasar Dargo menyebabkan fasilitas karaoke milik Edi mengalami kerusakan. Ia meminta ganti rugi, termasuk kerugian immaterial karena merasa usahanya terganggu selama proyek berlangsung. Namun, kontraktor maunya memperbaiki barang yang rusak.

Baca juga:

Mediasi yang Gagal

Pihaknya kemudian berinisiatif menggelar mediasi antara Edi dan kontraktor agar masalah ini dapat diselesaikan. Aniceto memberikan uang sebesar Rp 2 juta untuk membantu Edi. Namun, mediasi tersebut gagal dan Edi melaporkan Aniceto ke Polrestabes Semarang.

Komentar Aniceto

Aniceto mengaku bingung mengapa ia dilaporkan oleh Edi. Ia menegaskan bahwa kalimat ‘Kalau ngadek tak tebas’ yang dilaporkan Edi sebagai ancaman itu konteksnya candaan semata. Ia juga mengaku bahwa mereka berbicara seperti biasa dan tidak ada reaksi keberatan.

Baca juga:

FAQ

  • Apa yang terjadi antara Aniceto dan Edi?

    Aniceto dituduh ancam membunuh Edi karena kasus proyek rehabilitasi Pasar Dargo.

  • Apakah Aniceto mengaku melakukan ancaman?

    Aniceto mengaku bahwa kalimat ‘Kalau ngadek tak tebas’ adalah candaan semata.

    Baca juga:
  • Apakah Edi melaporkan Aniceto ke Polrestabes Semarang?

    Ya, Edi melaporkan Aniceto ke Polrestabes Semarang atas dugaan ancaman membunuh.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related