HomeKeuanganBeban Klaim BPJS Kesehatan Tembus Rp 191,33 T Sepanjang 2025, Naik Rp...

Beban Klaim BPJS Kesehatan Tembus Rp 191,33 T Sepanjang 2025, Naik Rp 15,2 T!

Date:

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Banyaknya orang yang sakit di Indonesia membuat beban klaim BPJS Kesehatan meningkat signifikan.

Angka ini naik Rp 15,2 triliun dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 176,11 triliun.

Baca juga:

Peningkatan beban jaminan kesehatan ini memperlihatkan skala perlindungan kesehatan yang mudah diakses oleh rakyat.

Penyakit katastropik menyerap 26,28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025.

Penyakit dengan biaya tertinggi adalah penyakit jantung yang mencapai Rp 17,3 triliun, disusul gagal ginjal sebesar Rp 13,3 triliun, kanker sebesar Rp 10,3 triliun, dan stroke sebesar Rp 7,2 triliun.

Rata-rata waktu pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada 2025 mencapai 11,37 hari kerja.

Sementara itu, rata-rata pembayaran klaim kepada rumah sakit dilakukan dalam 13,64 hari kalender.

Di sisi lain, rasio klaim tahun 2025 juga mencapai 108,27 persen.

Baca juga:

Dengan capaian tersebut, sekitar 98,62 persen penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Cakupan UHC di daerah telah mencakup 30 provinsi dan 407 kabupaten/kota.

Pendapatan iuran JKN pada 2025 mencapai Rp176,72 triliun, naik dibandingkan Rp 165,34 triliun pada 2024.

Kolektibilitas iuran JKN 99,49 persen, ini meningkat dari tahun 2024 sebesar 99,17 persen.

Penjelasan Lebih Lanjut

Rasio Klaim Tahun 2025

Rasio klaim pada tahun 2025 mencapai 108,27 persen.

Ini berarti bahwa rata-rata klaim yang dilakukan oleh peserta JKN lebih tinggi daripada rata-rata klaim yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga:

Penyakit Katastropik

Penyakit katastropik menyerap 26,28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025.

Penyakit dengan biaya tertinggi adalah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.

Kesimpulan

Beban klaim BPJS Kesehatan meningkat signifikan pada tahun 2025.

Peningkatan beban jaminan kesehatan ini memperlihatkan skala perlindungan kesehatan yang mudah diakses oleh rakyat.

Penyakit katastropik menyerap 26,28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemprov DKI Siapkan Pembangunan Flyover Baru untuk Mengurangi Kemacetan di Jakarta

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Menghadapi...

Bagaimana Belgia Mengubah Nasibnya dari Penantang Hidup Lagi di Piala Dunia 2026?

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Belgia...

Taufik Hidayat Berkencan dengan Wanita Lain di Hotel: Skandal Penyekapan YTR

Indo News Room – 02 Juli 2026 | Taufik...