HomeBeritaBahlil Buka Potensi Naikkan Harga Batu Bara untuk PLN: Apa yang Terjadi?

Bahlil Buka Potensi Naikkan Harga Batu Bara untuk PLN: Apa yang Terjadi?

Date:

Indo News Room – 18 Juni 2026 | Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, membuka potensi menaikkan harga batu bara untuk pasokan batu bara dalam negeri, termasuk untuk pembangkit PT PLN (Persero). Aturan DPO batu bara telah berlaku sejak 2018 dan belum berubah hingga saat ini. Hal ini beriringan dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban produsen batu bara memasok 25 persen dari produksinya untuk domestik.

Penyebab Kenaikan Harga Batu Bara

Bahlil mengatakan bahwa aturan yang belum berubah selama sewindu itu memberatkan pengusaha batu bara, yang mengalami kenaikan stripping ratio (SR) atau perbandingan antara volume tanah penutup yang harus dibongkar untuk mendapatkan satu ton batu bara, terutama dengan kalori menengah atau 5.200 kcal/kg GAR.

Baca juga:

Stripping Ratio (SR) dan Cost Produksi

Stripping ratio (SR) yang tinggi membuat cost produksi batu bara meningkat. Oleh karena itu, Bahlil berencana membentuk tim pengadaan batu bara kalori menengah untuk PLN.

Stripping Ratio (SR) Cost Produksi
8-12 persen Tinggi

Untuk memastikan kondisi keuangan PLN tetap stabil di tengah kenaikan belanja operasional (operational expenditure/OPEX), Bahlil juga akan menangani dari sisi pembayaran subsidi dan kompensasi.

Baca juga:

Kesimpulan

Kenaikan harga batu bara untuk PLN dapat mempengaruhi kondisi keuangan negara. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang profesional untuk meminimalisasi OPEX.

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bahlil Buka Potensi Naikkan Harga Batu Bara untuk PLN:

Baca juga:
  • Apa yang menyebabkan kenaikan harga batu bara untuk PLN? Kenaikan stripping ratio (SR) dan cost produksi yang tinggi.
  • Apa yang dilakukan Bahlil untuk memastikan kondisi keuangan PLN tetap stabil? Bahlil akan menangani dari sisi pembayaran subsidi dan kompensasi.
  • Apa yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi OPEX? Perlu dilakukan pengawasan yang profesional.
Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related