HomeBeritaBagaimana Pria 200 Kg di Banyuwangi Dirawat di RS Meninggal dan Proses...

Bagaimana Pria 200 Kg di Banyuwangi Dirawat di RS Meninggal dan Proses Pemakamanannya

Date:

Indo News Room – 13 Juli 2026 | Pria 200 kg di Banyuwangi yang dirawat di RS meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis intensif.

Foto: Damkar Banyuwangi

Baca juga:

Pria penderita obesitas dengan berat badan sekitar 200 kilogram asal Banyuwangi, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis intensif.

Kejadian yang Menginspirasi

Kejadian ini menginspirasi kita untuk lebih menghargai kehidupan dan pentingnya menjaga kesehatan.

Proses Pemulangan dan Pemakaman

Proses pemulangan dan pemakaman almarhum menjadi sangat sulit karena berat badannya yang mencapai 200 kilogram.

Tim gabungan yang terdiri dari Damkarmat dan Basarnas langsung bergerak untuk membantu proses pemulangan dan pemakaman almarhum.

Mereka menggunakan peralatan rescue seperti basket stretcher, katrol, dan tali karmantel untuk memindahkan jenazah ke ambulans.

Baca juga:

Proses pemakaman di TPU setempat menjadi sangat sulit karena berat badanya.

Belasan petugas gabungan dari Damkarmat dan Basarnas, dibantu oleh puluhan warga sekitar, harus bahu-membahu di area pemakaman.

Mereka memasang peralatan tripod rescue yang dikombinasikan dengan tali webbing dan karabiner di atas liang lahat guna menopang serta menyeimbangkan berat peti.

Setelah melalui proses dramatis dan emosional yang memakan waktu beberapa jam, seluruh rangkaian pemakaman akhirnya rampung pada pukul 11.02 WIB dengan aman dan lancar.

Tantangan yang Dihadapi

Tantangan terbesar terjadi saat prosesi pemakaman di TPU setempat.

Baca juga:

Belasan petugas gabungan dari Damkarmat dan Basarnas, dibantu oleh puluhan warga sekitar, harus bahu-membahu di area pemakaman.

Mereka memasang peralatan tripod rescue yang dikombinasikan dengan tali webbing dan karabiner di atas liang lahat guna menopang serta menyeimbangkan berat peti.

Setelah melalui proses dramatis dan emosional yang memakan waktu beberapa jam, seluruh rangkaian pemakaman akhirnya rampung pada pukul 11.02 WIB dengan aman dan lancar.

Kesimpulan

Kejadian ini menginspirasi kita untuk lebih menghargai kehidupan dan pentingnya menjaga kesehatan.

Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related