Indo News Room – 29 Juni 2026 | IHSG Sesi I Melemah 0,97 Persen ke 5.838,949 pada Senin (29/6). Indeks LQ45 juga turun 6,862 poin (1,18 persen) ke 576,859. Sebanyak 244 saham naik, 378 saham turun, dan 183 saham stagnan.
Penyebab Melemahnya IHSG
Melemahnya IHSG disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah menguat 63 poin (0,35 persen) di Rp 17.859 terhadap dolar AS.
Saham Top Losers
- Pelayaran Nasional Bina Buana (BBRM) turun 19 poin atau 14,84 persen ke 109
- First Media (KBLV) turun 10 poin atau 10,64 persen ke 84
- Blue Bird (BIRD) turun 175 poin atau 10,39 persen ke 1.510
- Terang Dunia Internusa (UNTD) turun 6 poin atau 7,69 persen ke 72
- Bekasi Asri Pemula (BAPA) turun 18 poin atau 7,56 persen ke 220
Kondisi Bursa Saham Asia
| Bursa Saham | Nilai |
|---|---|
| Indeks Nikkei 225 di Jepang | turun 676,601 poin (0,98 persen) ke 68.684,296 |
| Indeks Hang Seng di Hong Kong | naik 482,031 poin (2,13 persen) ke 23.153,890 |
| Indeks SSE Composite di China | naik 6,810 poin (0,17 persen) ke 4.034,080 |
| Indeks Straits Times di Singapura | naik 7,089 poin (0,14 persen) ke 5.198,819 |
Kesimpulan, melemahnya IHSG Sesi I dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saham-saham top losers juga menunjukkan penurunan yang signifikan.
FAQ
Q: Apa yang menyebabkan IHSG melemah?
A: Melemahnya IHSG disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Q: Saham apa yang paling banyak turun?
A: Pelayaran Nasional Bina Buana (BBRM) turun 19 poin atau 14,84 persen ke 109.
Q: Apa yang terjadi di bursa saham Asia?
A: Bursa saham Asia menunjukkan penurunan dan kenaikan, dengan Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 676,601 poin (0,98 persen) ke 68.684,296, dan Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 482,031 poin (2,13 persen) ke 23.153,890.
Q: Bagaimana kondisi keuangan Indonesia?
A: Kondisi keuangan Indonesia masih stabil, namun perlu diwaspadai dengan melemahnya IHSG dan penurunan nilai tukar rupiah.



