HomeBerita45% Penerima PKH Salah Sasaran, Komdigi Geber Digitalisasi dengan Inovasi

45% Penerima PKH Salah Sasaran, Komdigi Geber Digitalisasi dengan Inovasi

Date:

Indo News Room – 27 Mei 2026 | Apakah Anda tahu bahwa 45% dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) salah sasaran? Permasalahan ini menjadi sorotan Komisi Digital (Komdigi) yang berusaha menggeber digitalisasi dengan memberikan layanan perlindungan sosial (Perlinsos) secara online.

Sejarah PKH dan Masalah Penerima Salah Sasaran

PKH adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu keluarga yang membutuhkan bantuan ekonomi. Meskipun program ini telah berjalan selama bertahun-tahun, masih banyak masalah yang dihadapi, salah satunya adalah penerima salah sasaran.

Baca juga:

Bagaimana PKH Salah Sasaran Berdampak?

  • Penerima salah sasaran dapat mengalami kesulitan dalam mengakses bantuan yang seharusnya mereka terima.
  • Hal ini juga dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Komdigi dan Inovasi Digitalisasi Perlinsos

Komdigi melihat peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan Perlinsos dengan digitalisasi. Mereka berencana untuk menguji coba digitalisasi portal Perlinsos ke 42 daerah pada Juni 2026.

Baca juga:

Manfaat Digitalisasi Perlinsos

Kelebihan Manfaat
Meningkatkan efisiensi proses Memungkinkan akses yang lebih mudah dan cepat
Mengurangi kesalahan penerima salah sasaran Memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah

Kesimpulan

PKH salah sasaran adalah masalah yang perlu diatasi dengan segera. Komdigi berusaha menggeber digitalisasi Perlinsos dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. Dengan demikian, penerima program dapat dengan mudah dan cepat mengakses bantuan yang seharusnya mereka terima.

Baca juga:
Atmananda Anacleto Tymothy
Atmananda Anacleto Tymothy
Aku masih ingat saat pertama kali Atmananda mengendarai motor tua melintasi pasar tradisional Surabaya, mencatat cerita-cerita yang kini jadi artikel‑artikelnya; sejak 2022, ia menapaki jejak jurnalistik sambil terus mengejar riff gitar indie yang selalu mengalun di sela‑sela perjalanan. Dari Yogyakarta, ia menjelajah nusantara, menukar kopi dengan para nelayan, mengabadikan suara laut dan deru mesin, hingga menulis laporan yang terasa seperti obrolan santai di kafe pinggir jalan. Hobi otomotifnya tak pernah jauh, begitu pula selera musiknya yang selalu menemukan nada baru di setiap sudut pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Wamenaker Respons Karyawan Indomaret di PIK Tuntut Uang Lembur

Indo News Room – 27 Mei 2026 | Wamenaker...

Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Penggelapan Dolar Rp1,2 Miliar: Kasus Kejahatan Finansial

Indo News Room – 27 Mei 2026 | Bareskrim...