Indo News Room – 14 Mei 2026 | Menghadapi fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk bijak mengatur aktivitas dan menjaga kondisi tubuh.
Kesiapan Fisik yang Penting
Kesiapan fisik menjadi faktor kunci agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.
Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Tips untuk Mencegah Dehidrasi dan Kelelahan
- Memperbanyak istirahat
- Menjaga pola makan yang seimbang
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Selain itu, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Kesiapan Pendukung di Tanah Suci
PPIH Arab Saudi telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.
Berdasarkan kesiapan tenda di Arafah, saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji.
Fokus pada Kesehatan dan Keselamatan
Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik.
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.
Tabel Kesiapan Pendukung di Tanah Suci
| Tabel Kesiapan Pendukung di Tanah Suci | |
|---|---|
| Kesiapan Tenda di Arafah | 90% |
| Peninjauan Layanan Transportasi Bus Masyair | Sedang Dilakukan |



