Indo News Room – 04 Mei 2026 | Satgas PKH & TNI Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Maluku, 16 WNA Diamankan setelah operasi besar-besaran di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, yang menyoroti ancaman keamanan, lingkungan, dan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Latar Belakang Penertiban
Penambangan emas tanpa izin di Gunung Botak telah merusak hutan tropis, mencemari sungai, dan menjadi sarang aktivitas kriminal. Pemerintah daerah bersama TNI menilai penertiban sebagai langkah strategis untuk melindungi aset alam dan menjaga stabilitas sosial.
Operasi dan Tim Terpadu
Komposisi Tim
Operasi dijalankan oleh Satgas PKH, Kodam XV/Pattimura, serta unsur Satpur, Banpur, dan Satuan Teritorial. Kolaborasi ini memastikan cakupan keamanan dari darat hingga laut.
Jadwal Pelaksanaan
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Periode Operasi | 27 April – 14 Mei 2026 |
| Lokasi | Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku |
| WNA Diamankan | 16 (China) |
| Unit Terlibat | Satgas PKH, Kodam XV/Pattimura, Satpur, Banpur, Satuan Teritorial |
Temuan Sosial dan Kriminal
Selain tambang, tim menemukan fasilitas pemurnian emas, penjualan minuman keras, dan praktik prostitusi yang melibatkan pekerja migran. Semua temuan tersebut menambah kompleksitas penertiban.
Tindakan Penegakan
- Pembersihan total lahan tambang dan base camp.
- Pembongkaran fasilitas pemurnian emas.
- Penggerebekan kios minuman keras ilegal.
- Penangkapan 16 warga negara asing asal China.
- Koordinasi dengan Imigrasi untuk proses deportasi.
Dampak Lingkungan dan Ekonomi
Penertiban diharapkan mengurangi erosi tanah, pencemaran air, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Secara ekonomi, pengalihan tambang ke jalur resmi dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja legal.
Langkah Kedepan dan Penataan Kembali
Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Doddy Tri Winarto, menegaskan komitmen bersama Pemerintah Provinsi Maluku untuk menata kembali area tambang, memulihkan ekosistem, dan mengawasi implementasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
FAQ
Apa saja unit yang terlibat dalam penertiban?
Satgas PKH, Kodam XV/Pattimura, serta satuan Satpur, Banpur, dan Satuan Teritorial berkoordinasi dalam operasi.
Berapa jumlah WNA yang ditangkap?
Enam belas warga negara asing, semuanya asal China, berhasil diamankan dan diserahkan ke Imigrasi.
Apakah ada rencana penataan kembali lahan?
Ya, Pemerintah Provinsi Maluku bersama TNI berkomitmen melakukan rehabilitasi ekosistem dan mengatur kembali penggunaan lahan secara legal.
Bagaimana penertiban memengaruhi PAD daerah?
Dengan menutup tambang ilegal, pemerintah dapat mengalihkan pendapatan ke sektor formal, meningkatkan PAD, dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.



