Indo News Room – 11 Agustus 2026 | Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi berinisial Brigadir ISH, ditemukan tewas diduga bunuh diri di Medan. Ia disebut tewas bunuh diri menggunakan senjata api milik ISH.
nama serupa rupanya juga pernah masuk dalam daftar saksi KPK dalam kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Winda pernah dipanggil pada sekitar April lalu.
Apakah Winda yang Tewas merupakan Saksi KPK?
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah Winda Lorenza Gowasa yang meninggal di Medan merupakan orang yang sama dengan saksi yang pernah dijadwalkan diperiksa KPK sebelumnya.
Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan suap di Bea dan Cukai pada awal April penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saudari WL, namun demikian dalam penjadwalan pemeriksaan tersebut yang bersangkutan tidak hadir.
Penelusuran Aset yang Terus Dilakukan
Budi mengatakan, KPK masih terus menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi di Bea dan Cukai. Penelusuran itu dilakukan seiring dengan pengembangan perkara yang masih berjalan dan pemeriksaan sejumlah saksi.
Dalam konteks pelacakan dan penelusuran aset, penyidik juga masih terus melakukan upaya tersebut terlebih perkara Bea dan Cukai ini kami lakukan pengembangan, ada sprindik yang masih berjalan dan pemeriksaan kepada sejumlah saksi juga masih terus dilakukan oleh penyidik.
Tabel Komparasi
| Informasi | Penjelasan |
|---|---|
| Winda Lorenza Gowasa | Mantan istri polisi berinisial Brigadir ISH |
| Tanggal Meninggal | 5 Agustus 2026 |
| Cause of Death | Bunuh diri menggunakan senjata api milik ISH |
Bulleted List
- Winda Lorenza Gowasa ditemukan tewas di Medan.
- Belum diketahui apakah Winda yang tewas merupakan saksi KPK.
- KPK masih menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi di Bea dan Cukai.
Selain itu, Winda pernah dipanggil oleh KPK pada sekitar April lalu untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Bea dan Cukai. Namun, pada saat itu Winda tidak hadir.
Penelusuran aset yang dilakukan oleh KPK masih terus berlangsung, terlebih perkara Bea dan Cukai ini masih dalam pengembangan dan ada sprindik yang masih berjalan.



